Rabu, 28 Desember 2011
Android, Teknologimu Mengalihkan Duniaku (Sepenggal curhatan Mahasiswa)
Kiranya sekarang sudah banyak yang mendengar tentang android dan boomingnya.
Dalam tulisan iseng ini, saya mau berbagi cerita tentang awal mulanya
android kenapa bisa muncul, sudah sampai mana dan mau kemana.
Kiranya bermanfaat buat android lover dan gadgeteer lainnya, untuk
melihat semangat yang dikandung android di dalamnya.
Suatu ketika Google, raksasa search engine, membeli Android inc, yang
dipimpin Andy Rubin.
Setelah dibeli, Google mengangkat Andy Rubin sebagai Vice President of
Engineering urusan android, google menyadari, Andy Rubin yang berkutat
di android adalah orang yang paling mengerti tentang android, orang
ini tetap harus memimpin.
(Bandingkan dengan kisah Steve Jobs di Apple inc, dia yang membuat
apple, dia memberi rohnya, saat membesarkan Apple, eh dia bisa
disingkirkan dari Apple sampai harus membuat Next computer, dan
akhirnya kembali ke Apple menghasilkan kejayaan)
Saat itu digelar meeting, untuk mendengarkan visi dan misi dari
Android yang dibawakan oleh Andy Rubin.
Hadir disana adalah VP Engineering google, Vic Gundotra.
Ketika meeting baru mulai dan Andy siap memaparkan apa itu android,
Vic langsung menyela dengan skeptis, dengan pertanyaan:
“Andy, apa dunia ini benar masih butuh mobile operating system lain?”
Usaha google adalah di mesin pencari dan iklan, dan mesin pencari
google sudah ada disetiap smartphone.
Saat itu di dunia sudah ada banyak operating system, ada Windows
Mobile, ada Blackberry, ada Symbian , dan ada rajanya smartphone,
Apple dengan iPhone or iOS nya, belum lagi operating system kecil lain
.
Dan Andy menjelaskan demikian, ada 2 point utama kenapa android harus dibuat.
Point pertama.
Saat ini kita sedang kritis, dan butuh sebuah operating system yang
free dan terbuka (open source) supaya setiap developer bisa bebas
berinovasi di setiap level di dalamnya.
Dengan cara ini para pembuat handset atau vendor bisa membuat handset
sesuai keinginannya, boleh layar 2″, 3″ atau 4″.
Boleh pakai keyboard, boleh tidak., boleh ada kamera depan atau tidak…
Dan nanti semua operator bisa ikut bergabung bersama sesuai kemampuan
mereka, boleh 2G, 3G, 4G, LTE, Wimax, boleh CDMA boleh GSM dll.
Akhirnya nanti adalah konsumen yang diuntungkan, mereka bisa
menentukan sendiri handset smartphone android mana yang terbaik
menurut mereka, sesuai kebutuhan, kemampuan dan operator yang menjadi
pilihan mereka.
—– dan begitulah dasar dari android yang ada sekarang, dalam usia
masuk 2 tahun, android ada di berbagai merk, ada yg murah , ada yang
mahal, ada yg layar 2 inch, 3″ , 4″ bahkan 5″ dan 7″, ada yang
kecepatan prosesornya 300Mhz, ada yang 1Ghz, dan ada yang lebih dari
itu , ada yang berkeyboard, ada yang berlayar sentuh kapasitif,
resistif, berkamera depan, berkamera 3MP, 5MP, 8MP dll, juga dengan
berbagai dukungan operator berbeda-beda, android fit di
dalamnya.——–
Point ke 2.
Andy menambahkan point ke 2.
Karena kini google adalah raksasa IT, google punya kemampuan.
Kalau google diam saja, maka dunia akan menghadapi Draconian Future
–(draconian future mengacu kepada jaman Yunani ketika seorang bernama
Draco menjadi pengatur hukum disana, dimana pelanggaran kecil saja
mendapat hukuman yang berat)— masa depan yang “sulit” dimana nanti
di depan hanya akan ada:
1 Orang
1 Perusahaan
1 Operating System
dan 1 Operator
saja yang bisa jadi pilihan konsumen…
That’s the future we don’t want …
(dan sekarang yg baca bertanya-tanya siapa yang dimaksud oleh Andy
Rubin sebagai 1 penguasa? , kuncinya adalah tahun 1984 )
Pembicaraan ditutup dengan kata2 ini:
Jadi jika kita adalah orang yang
percaya akan:
Keterbukaan,
percaya akan
Pilihan
dan percaya akan
Inovasi
yang bisa dilakukan semua orang
Selamat datang di Android!
Semangat ini yang membawa Android terus berevolusi sampai sekarang,
maka dalam 1,5 tahun kehadiran android, sudah dipercaya oleh:
59 Operator
48 Negara
21 OEM
100 ribu aplikasi
200ribu android baru diaktivasi setiap hari.
Data sekarang sepertinya jauh lebih banyak, data ini kira2 ada di
bulan Juni-Juli 2010.
Kini, android telah berumur 3 tahun.
Dalam umur yang sangat muda, kita merasakah euforia nya merangsek
semua aspek, silahkan buka semua grafik yang ada tentang android,
semua menyatakan gerakan yang menaik, setiap hari berita-berita
gadgets diisi oleh android, setiap beberapa hari android model baru di
launching.
Semua aspek , semua level konsumen hampir bisa menggunakan android
sebagai pilihannya, mau yang murah dikepala 1 juta ada, mau yang
tercanggih dan cepat ada, mau yang level mid ada, mau cdma, mau gsm,
mau yang bisa hsdpa, mau yang 4G, semua ada.
Sebuah gerakan keterbukaan dan gratis (open source dan free) , membuat
pandangan tentang sesuatu yang gratis biasanya tidak bagus, dijungkir
balikkan. Lihat aplikasi2 dari google yang gratis tanpa harus bayar,
we can say itu adalah aplikasi2 terbaik dibanding yang harus berbayar
sekalipun.
Lihat mereka yang cepat tanggap dan langsung berani menaiki perahu
keterbukaan ini, misalnya Motorola, ketika diambang keterpurukan
ketika tidak mampu bersaing dengan merk2 lain dalam hal inovasi,
langsung menanjak bahkan memperoleh anugerah best smartphone 2009, dan
sekarang adalah merk yang sangat berinovasi dengan android nya di
banyak level.
Dengan berani boss Motorola berkata :”kedepan motorola hanya akan
membuat smartphone android ”
Lihat HTC, sama2 langsung berani percaya kepada google dan menjadi
partner terbaik, sekarang namanya bersinar di dunia sebagai pembuat
smartphone kelas atas dan membukukan keuntungan naik 60% dalam
setahun.
Samsung melakukan gebrakan, mengusung android dan langsung berani
fight dengan sang raksasa iPhone, sekarang SGS terjual jutaan dalam
waktu singkat, ada di banyak negara, dengan variasi type dan diusung
operator kelas atas.
Nokia , terlena dengan keberhasilannya yang panjang, lupa dan lambat
berinovasi, sekarang sulit mengejar 2 raksasa , android dan iPhone.
Hanya bisa mengejek ketika ditanya kenapa tidak ikut segera masuk ke
kapal android, ” hanya seperti anak kecil yang kencing dalam celana
waktu musim dingin, untuk merasakan kehangatan sesaat” begitu kira2
komentar CEO Nokia, dan kini proyek meego nya masih harus berjuang
keras membuktikan diri untuk bersaing dengan raksasa android dan
iphone yang terus berlari berkejaran, setelah langkahnya membuat
segala macam OVI untuk menyaingi rival penggerusnya BlackBerry kandas.
Blackberry menyadari, dia sangat hebat di sosialita dan server, tapi
untuk menggapai level emas smartphone terbaik masih harus digapai
lebih keras, ketika usahanya berevolusi di blackberry OS 6 , BB Torch
masih dianggap belum selevel duo raksasa.
Ini seperti dalam sekolah SMA, biasanya ada seorang murid yang menjadi
idola, ganteng, ramah tamah, banyak teman dan disukai banyak orang
juga terkenal disekolah. Tapi nanti yang namanya ada dihalaman khusus
di buku tahunan, dan terpajang namanya di dinding hall of fame sekolah
adalah bukan yang terganteng dan banyak teman, tapi selalu : lulusan
terbaik.
Dan calon lulusan terbaik itu adalah android dan iPhone.
Itulah fakta yang berbicara dalam 2 tahun ini, tentang keterbukaan,
pilihan dan inovasi. Dan sekarang dipuncak pertarungan hanya ada 2
raksasa, android dan iPhone.
(entahlah windows phone 7 akan jadi raksasa yg lain atau tetap akan
ada 2 raksasa)
Akhir tahun 2009 google mengumumkan merelease the Nexus One, lompatan
android pertama dengan spek tinggi yang melampaui spek iPhone 3Gs
sekalipun, membuat oom Steve Jobs ngambek dengan mengatakan ” kita
tidak masuk ke bisnis mesin pencari, kenapa sekarang google masuk
bersaing ke bisnis kita di smartphone!” ( I Love Steve Jobs, kisah
hidupnya, visinya, speechnya luar biasa dan saya mengamini dia memang
pantas menjadi icon yang membawa perubahaan besar bagi teknologi
dunia).
Saya pernah bercerita juga tentang ini (di ketika google bermain
cantik) bahwa ternyata dugaan oom Steve salah, google bermaksud lain
ketika membuat Nexus One, dan hasilnya nyata, google hanya mendorong
lebih jauh vendor2 lain untuk mengayuh lebih cepat, makanya dalam
tahun 2010 ini perkembangan smartphone menjadi luar biasa cepat, speed
tinggi, layar makin cantik, user interface makih hebat dll
Baru keluar yang terhebat, sebentar kemudian ada yang lebih hebat.
Beberapa orang mengatakan : cape, baru beli yg terbaik rasanya sudah
ada yang lebih baik lagi.
Apple fanboy mengatakan, lebih baik apple, inovasinya jelas, setahun
sekali, beli sekarang , tahun depan baru ganti lagi
Android fanboy mengatakan, we want more! Let’s release the new one
with more power, more innovation now! Jangan tunda2
Sekitar bulan januari-februari lalu saya menjadi (kemungkinan)
angkatan pertama yang memiliki nexus one, sekarang usianya menuju 1
tahun, betapa dalam perjalanan memilikinya saya menyaksikan
perkembangan yang cepat.
Juni 2010, kita mencoba OS android baru yang namanya Froyo 2.2, dan
speed tiba2 naik menjadi 2,5 x lebih cepat.
Entah sudah berapa macam tweakingyang saya coba, hasil
pengembangan otak2 encer dari luar dan dalam negeri yang menjukkan
bakat talentanya.
Entah sudah berapa puluhdan ratusan aplikasi saya coba dalam waktu yang singkat.
Saya jadi mengerti kenapa Oom Steve sebel dengan jailbreakers, it
makes iPhone tidak menunjukkan karisma flawlesly nya lagi.
Disatu sisi saya melihat apple fanboys yang jago jailbreak rindu yang
namanya inovasi segera, menambahkan apa yang dirasa kurang disana,
yang kalau ditunggu harap2 cemas apakah akan dimasukkan dalam edisi
iPhone berikutnya tahun depan.
Oom Steve Jobs adalah orang yang perfectionist, jangan berharap akan
masuk ranah wimax atau LTE, sebelum wimax dan LTE menjadi umum dan
terlihat jalan baik. (saat iphone 2g keluar, dunia lagi test koneksi
3G)
Android berbeda, dia menurut saya seperti Star Trek, ” to boldly go
where no one has gone before…” makanya segera ada HTC Evo 4, samsung
epic dan ada desire Z.
Saya bukan meledek iPhone jelek, nope sama sekali
tidak, iPhone 4 sangat bagus. Beberapa kali saya tergoda untuk
memakainya, tapi user experience nya belum nempel buat saya, seperti
baju yang keren, tapi tidak membuat saya merasa nyaman.
Caranya mengolah email, notification, dan ketergantungan yang tidak
henti kepada iTunes not fit for me walau aplikasi2 nya luar biasa
hebat.
Butuh 1 tahun dari iPhone 2G ke 3G untuk menikmati forwarding sms, dan
copy paste,
butuh 1 tahun untuk ke 3Gs untuk bisa punya kompas dan autofokus camera,
dan butuh 1 tahun lagi untuk bisa multitasking di iPhone 4.
Keterbukaan bukan disukai semua orang, seperti baru saja Oom Steve
dalam wawancara dengan macworld menyinggung masalah fragmentasi di
android dan masalah keterbukaan android dibanding dengan ketertutupan
apple.
Oom SJ menyinggung masalah android market, akan ada market dari
bestbuy, dari amazon, dari verizon , vodafone dan dari google sendiri,
(belum lagi market2 lokal) , dikatakan ini akan membuat developer
bingung. (setiap cerita oom steve selalu bawa developers, bahwa apple
adalah yang terbaik yang mengayomi developers, disatu sisi ini
menunjukkan pengakuan bahwa iphone menjadi hebat karena inovasi dan
dukungan developer? )
Sebelumnya masalah ini pernah dibawa menjadi pertanyaan ke google, why
google membiarkan ada “toko” aplikasi lain selain android market?
Tidakkah membuat google rugi?
Pertama google bercerita , bahwa komitmen mereka terhadap keterbukaan
(open source) jelas, bolehnya dibuat toko aplikasi lain sah sah saja,
ini dianggap memperkaya keterbukaan tersebut, developer boleh memilih
mana yang fit buat mereka, sama dengan cerita diatas konsumen android
boleh pilih type android mana dan operator mana yang dianggap paling
fit buat mereka.
Google tidak berbisnis jualan aplikasi, Oom Steve iya di appsore nya.
Tidak ada kerugian buat google ada toko aplikasi yg hasil penjualannya
tidak masuk ke kas google, karena itu bukan core bisnis google, core
bisnis google di iklan Dengan banyaknya android, sekarang
pertumbuhan hit iklan di android naik 5x lipat. Ini seperti memberi
petani lahan gratis, ujung2 nya menang pilkada
Kalau ada appstore lain di iphone tentu ini mengurangi pendapatan oom
Steve secara signifikan, karena jualan lagu dan aplikasi disana
sumbangan buat apple sangat-sangat besar. Kalau saya jadi Oom Steve,
memang itu langkah logis paling cengli, harus bisa monopoli
Masalah opensource android bukan hanya diuji di toko aplikasi,
beberapa handset android keluar dengan mesin pencari bukan google,
melainkan Bing dari microsoft atau Yahoo search.
Google diminta komentarnya, menurut pandangan orang2 itu memang kurang
ajar, sudah jelas2 android punya google dan anda ganti mesin
pencarinya dengan yg lain.
Google dengan tenang hanya menjawab, “kalau kami melarang mesin
pencari lain, bukankah itu mencederai semangat open source?”
Makanya dengan free anda bisa mencari aplikasi pencari lain di market
android, diantaranya Bing dan Yahoo search… but kita2 tahu siapa
yang bisa diandalkan.
(kalau waktu itu gosip iPhone baru akan memakai Bing sebagai mesin
pencari pengganti google menjadi kenyataan, bagaimana rasanya memiliki
sebuah iPhone? I thing you’ll miss something big
Di android ada banyak aplikasi untuk sebuah browser, xscope, dolphine
HD, Opera, Fennec (firefox), skyfire dll… apa yang menurut kita
lebih nyaman atau lebih baik silahkan dipakai bersama chrome lite
bawaan android bahkan menggantikannya.
Butuh berapa generasi iPhone sampai opera dijinkan ada sebagai
pendamping safari browser?
Fragmentasi diangkat besar2 oleh Oom Steve kemarin itu, sebagai
masalah besar di android, salah satu contohnya bahwa butuh 100 lebih
macam aplikasi Tweet deck (oom SJ keseleo menyebutnya TwitterDeck)
untuk fit di 244 macam handset android (sekarang kita tahu ada 244
macam handset android, how fast, juni lalu di Google IO baru around
60-80 macam).
Tapi ternyata besoknya dijawab oleh boss TweetDeck bahwa hanya ada 2
orang yang ngurusin aplikasi tweetdeck untuk android, menunjukkan
fragmentasi hanya masalah kecil.
Fragmentasi saya lihat terjadi kalau vendor lambat mengikuti arus,
misal sony ericsson yang dari awal bikin handset di bulan Juni x10,
dilanjutkan x10 mini, mini pro, dan sampai sekarang yang terbaru x8
tetap pakai donut 1.6 didalamnya, maka akan mengalami aplikasi2 baru
tidak bisa jalan di handsetnya ketika developer membuatnya untuk OS
yang lebih maju.
Kemungkinan dengan ini google mengajari ayo maju-maju, kalau nanti
tidak inovasi kamu dilibas yang lain.
Jadi ketika mau ikut keberhasilan didalam perahu android, selain
menghasilkan handset yang layak jual, vendor juga harus ikut
mendayung, kalau tidak tertinggal dan dilupakan.
Benar ada masalah fragmentasi di android, tapi no big deals seperti
diceritakan diatas. Apakah masalah ini tidak ada di iPhone? Dengan
rajinnya sekarang iPhone berperang dengan lock jailbreak, setiap
beberapa saat ada upgrade, 4.0, 4.01. 4.02, 4.1 dan mau 4.2 . Kalau
kita rajin mendownloadnya bayangkan berapa giga habis untuk OS ini,
karena iphone OS nya sudah menyentuh 500-600 Mega
Dan tidak semua aplikasi yang tadinya jalan di OS yang satu akan jalan
di OS mendatang
Oom Steve , senang dengan angka2, penjualan iPhone sekian juta,
mengalahkan RIM dll (walau kemudian dibantah oleh RIM juga), jangan
suka tergiur dengan angka2.
Look at Nokia, terlalu asik dengan angka2 penjualannya sampai lupa
berinovasi, dan a little too late sekarang untuk mengejar perahu
iPhone dan android yg asik ngebut. Walau tahun 2012 symbian akan tetap
nomer 1 dalam hal jumlah, tapi tidak lagi ada gengsi memakainya.
Jangan nanti suatu saat speech oom Steve yang memberikan banyak
inspirasi hanya tinggal angka2…
Kalau oom Steve berhenti berinovasi, saya takut android juga berhenti,
coz no one to fight for
Selamat Memasuki Tahun Ketigamu, Android
Keep Open Source
Keep open for choices
Keep Innovation
Senang kamu hadir menjadi penyeimbang, so we don’t face a draconian future…
Kamis, 06 Oktober 2011
Memahami Fenomena Astral Project..
Dikatakan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan yang tersembunyi dari dalam dirinya. Salah satunya adalah dengan melakukan perjalanan yang dilakukan di saat berada pada alam bawah sadar manusia .Mungkinkah manusia bisa melakukan “out of body experience” sesuka hatinya ?
Banyak misteri di dunia ini yang belum terpecahkan salah satunya adalah kekuatan supranatural yang dimiliki manusia. Setiap manusia mempunyai kekuatan supranatural hanya saja hanya sebagian saja yang dapat dan mau mempelajari cara penggunaan kemampuan tersebut.
Berikut ini kita akan mencoba untuk lebih memahami tantang apa itu Astral Projection .
Astral
Istilah “astral,” begitu sering digunakan oleh semua kaum okultis. Namun sulit untuk menjelaskan atau mendefinisikan kecuali kepada mereka yang telah biasa dalam ilmu klenik. Untuk tujuan pertimbangan sekarang, itu sudah cukup untuk mengatakan bahwa di atas pesawat fisik biasa ada lain dan lebih halus yang dikenal sebagai Pesawat (Badan) Astral. Setiap manusia memiliki bawaan dan inheren untuk merasakan hal-hal dari pesawat astral ini, dengan cara perpanjangan atau perluasan kekuasaan indra biasa, sehingga untuk berbicara. Singkat kata Astral itu adalah perjalanan menembus ruang dan waktu oleh manusia.
Astral Projection
Astral Projection atau juga bisa disebut Meraga sukma adalah suatu keadaan di mana jiwa kita melakukan perjalanan sendiri ke tempat lain, terpisah dari tubuh kita. Tapi ini bukan suatu mimpi, karena jika ditilik, jiwa kita benar-benar berada di tempat lain tersebut, dan bisa melakukan suatu aktivitas di sana.
Kebanyakan orang beranggapan bahwa Meraga Sukma hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai bawaan dari lahir. Tapi siapa bilang? Meraga Sukma adalah ilmu, dan semua ilmu pasti bisa dipelajari. Bahkan Meraga Sukma tidak dari semua manusia, seperti peristiwa De Javu (serasa mengulang suatu kondisi, hingga terasa bahwa pernah melakukan hal yang sama sebelumnya), peristiwa ketindihan (orang Jawa mengatakan kalo itu di tindih hantu, tapi itu tidak benar), sensai jatuh dalam tidur (bangun dengan kaget karena serasa jatuh), dll.
Astral projection merupakan suatu proses dimana Astral body( Vragel) lepas dari raga kita dan kita sepenuhnya sadar akan hal itu. Kita akan bisa melihat jalan raya dengan Vragel kita. Vragel tidak mempunyai batasan-batsan seperti tubuh fisik kita. Vragel bisa menembus benda, dan saat Projecting. Kita melihat menggunakan Third eye (Namun dalam beberapa penelitian. Kita menggunakan mata yang lebih hebat dari mata ketiga. Yang disebut Compass Eye, yang bisa melihat dengan sudut atau FOV 360 derajat. Kita juga bisa membuka pintu ke dimensi lain, terdapat tujuh dimensi dalam kehidupan ini.
DIMENSI DALAM KEHIDUPAN
1. First Plane (Physical, En., Phospora, Av.)
Ini tempat kita berada sekarang.
1.1. Hall ( Etheric, En., Carals, Av.)
Ini adalah tempat pertama saat kita keluar. Merupakan gerbang dan menuju
dimensi lain. Tapi saya lebih suka menyebutnya lorong. Karena di saat ini,
beberapa makhluk dimensi lain juga terlihat.
2. Second Plane (Astral, En., Vrag, Av.)
Tempat ini adalah favorit dari semua makhluk. Semua impian, harapan, dan
maksud, menjadi kenyataan. Semua yang ada disini adalah ciptaan kalian.
Namun bukan tidak mungkin makhluk lain juga ada disini. Waktu disini sangat
rusak, satu jam disini bisa saja hanya 1 menit di dunia nyata, A.K.A Phospora.
3. Third Plane (Mental, En., Theere, Av.)
Yang ini lebih rusak lagi waktunya. Bisa dirasakan sendiri. Kalau di Vrag rasanya
seperti itu. Bagaimana kalau di Theere ?.
Hampir tidak ada bedanya denga astral. Namun disini yang menjdai kenyataan
adalah rekaan (Thoughts, En., Firsal, Av.)
4. Fourth Plane (Buddhic, En., Cresteal, Av.)
Tempat di mana kedamaian dan cinta bersemi. Karena adanya dua hal tersebut.
Manusia yang telah mencapai dimensi ini tidak ingin kembali.
5. Fifth Plane (Spiritual, En. Sono, Av.)
belum adanya manusia yang kesini. Sehingga membuktikan disini adalah tempat
yang sangat mengerikan/Indah (?). tidak ada rincian yang pasti akan tempat ini.
6. Sixth Plane (Monadic, En., Clustian, Av.)
Di tempat ini SEMUA ADALAH BAGIAN DARI SEMUA.(Time And Space storyline,
En., Clust Te Ross Sevres, Av.)
dikatakan bahwa paradox yang sangat besar dijadikan satu
7. Seventh Plane (Adi, En., Alcyne, Av.)
Dimensi ini diluar batas kemampuan saya untuk menjelaskan. Mungkin ini
adalah dimensi tertinggi.
Mungkin seperti pepatah mengatakan sebrangi langit ketujuh itu didasari dari 7 dimensi kehidupan ini ya…?
Beberapa missconception Major yang terdapat pada Astral.
-Apakah ROH lah yang keluar?
{+}Tentu saja tidak. Seperti yang saya sebutkan tadi. Bahwa Vragel kitalah
yang keluar dan menjelajah dalam bentuk tubuh lain.
-Apakah sudah TIDAK akan bisa kembali ?
{+}Tentu saja bisa, Vragel bukan roh. Kalau vragel tersesat, bayangkan tubuh
anda. Maka anda akan segera kembali ke tubuh anda.
Metode Astral Projection :
Ini adalah metode-metode astral projection yang bisa anda temukan di e-book e-book atau di internet.
1. Anda harus berada dalam kondisi “relaksasi yang sangat dalam”. Maka berbaringlah, dan mulailah untuk mengencangkan, lalu meregangkan otot-otot anda, mulai dari otot kaki hingga otot wajah. Tenangkan pikiran anda, pejamkan mata anda, tapi jangan tidur.
2. Setelah anda mencapai kondisi “relaksasi yang sangat dalam”, kini saatnya untuk mengontrol nafas anda. Bernafaslah dengan pelan dan dalam, rasakan tiap tarikan nafas yan masuk dan keluar dari dalam tubuh anda. Lakukan terus hal ini sampai anda merasa telah memasuki alam relaksasi anda lebih dalam lagi.
3. Pada poin ini, ada dua hal yang harus anda perhatikan. Tubuh anda yang asli, dan tubuh astral anda. Jika anda merasa bahwa tubuh asli anda semakin berat dan semakin berat, inilah saatnya untuk membentuk tubuh astral anda. Bentuk tubuh astral anda dengan membayangkan benda-benda yang sangat ringan seperti gelembung sabun atau bulu. Rasakan benda-benda tersebut mulai naik ke atas, meninggalkan tubuh anda. Rasakan bahwa anda akan melayang ke atas, dan menjadi sangat-sangat ringan.
4. Anda dinyatakan berhasil mencapai tahap ini jika berhasil menciptakan suatu “infra merah”, yang membuat segalanya yang sebelumnya gelap gulita mulai tampak detailnya. Anda mungkin akan merasa berada di sebuah ruang yang disinari cahaya ungu. Teruslah berkonsentrasi, buat cahaya-cahaya yang menerangi ruangan jauh lebih terang dari sebelumnya. Cobalah untuk berkonsentrasi pada suatu objek yang anda bayangkan ada di ruangan tersebut, misalkan bulan atau gambar. Jika berhasil, mata anda akan terasa sangat berat dan terpejam, namun anda tetap melihat segalanya dengan sangat jelas. Pada tahap ini, jangan kaget jika saat melihat ke bawah, anda menemukan tubuh anda sedang tertidur lelap. Jika hal ini sudah terjadi, selamat! Astral Projection anda telah berhasil.
Fakta seputar Astral Projection :
- Astral Projection sangat jarang langsung berhasil pada percobaan pertama. Biasanya seorang “Astral Projector” profesional pun memerlukan 2 sampai 3 kali percobaan.
- Penghalang terbesar suksesnya Astral Projection sebenarnya adalah alam sadar anda, yang tanpa anda sadari selalu mencoba mencegah terbelahnya tubuh anda ke tubuh nyata dan tubuh astral.
- Hipnotis dan musik berjenis “binaural beats” dapat mempermudah anda mencapai alam relaksasi yang sangat dalam.
- Semua orang dilahirkan dengan kemampuan untuk melakukan Astral Projection
Penjelasan Ilmiah
Teori Fisika Kuantum Modern (Masih menjadi perdebatan antar ilmuwan) :
Sinar-sinar photon yang dipancarkan melalui suatu medium tertentu tidak selamanya penuh, namun kadang terputus-putus. Hal ini sebenarnya membuktikan bahwa ada interferensi dari sinar-sinar photon di dimensi waktu yang berbeda.
Konsep ini pun berkembang ke teori tentang benda yang lebih padat. Beberapa orang menganggap bahwa waktu bukanlah sesuatu yang linear. Artinya, tidak ada “masa lalu”, “masa kini”, “masa depan”, “kehidupan”, ataupun ” kematian”. Sebenarnya, ada BANYAK DIRI KITA yang hidup dalam berbagai dimensi dalam waktu yang bersamaan.
Ibaratnya sebuah dokumen yang dikirim via fax ke tempat lain, sebenarnya kita selama ini hanya melakukan “perjalanan antar dimensi”, dari masa kecil hingga saat ini. Perjalanan ini akan terus berputar dalam satu siklus. Seperti dokumen yang dikirim lewat mesin fax, dokumen aslinya tidak pernah hancur dan masih bisa difax-kan lagi ke tempat lain.
Artinya, para ilmuwan tersebut ingin mengatakan bahwa sebenarnya kematian itu tidak ada. Kita memang mati di satu dimensi, namun di dimensi-dimensi yang lainnya kita akan terus hidup, dan terus melakukan perjalanan antar dimensi.
Hal-hal yang berhubungan dengan Astral Projection.
Lucid Dream
Lucid Dream adalah keadaan dimana kita sadar kalau kita sedang bermimpi.
Lucid Dream terbagi menjadi dua.
Dream Initiated Lucid Dreaming (DILD)
Adalah keadaan saat kita sadar bahwa kita telah bermimpi saat kita berada di TENGAH mimpi.Hal ini juga sering disebut sebagai kebetulan, karena sering terjadi.
Wake Initiated Lucid Dreaming (WILD)
Adalah keadaan lucid dream yang ‘disengaja’.
Oneironaut
Oneironaut adalah orang yang bisa bebas menjelajahi mimpi,keadaan ini seharusnya dapat dilatih! Ada beberapa tokoh sejarah yang tercatat sebagai Oneironaut. Salah satunya, untuk contoh, adalah Richard Feynman, peraih nobel fisika yang terkenal saat berhasil menemukan kenapa Shuttle Chalengger meledak. Dia seorang Oneironaut natural, bisa dibaca di catatan-catatannya di bukunya.
Bagaimana cara menjadi oneironaut? Richard Feynman mencobanya dan berhasil hanya dalam sekali coba. Caranya adalah dengan menjaga kesadaran saat kita mulai tertidur.
Mengerti? Biasanya, kita tak sadar dan tiba-tiba saja sudah terbangun keesokan harinya. Kapan tepatnya kita tertidur? Untuk menjadi seorang oneironaut, kita harus melatih diri dan berusaha memperhatikan kapan tepatnya kita tertidur. Saat kita berhasil sadar saat menembus membran antara bangun-tidur ini (dikenal dengan istilah hypnagogic state), secara teori kita akan bisa sadar saat tiba di alam mimpi.
Cara ini disebut Wake initiation of lucid dream (WIoLD).
Tekniknya adalah seperti ini:
1.Konsentrasi dan Relaks. Tutup mata dan konsenerasikan pikiran ke relaksasi sekujur tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kontrol pernafasan dan lambatkan.
2.Buka mata pikiran. Maksudnya, coba buat bayangan visual sementara mata kita tertutup.
3.Jaga pikiran agar tetap sadar. Inti dari WIoLD adalah membuat tubuh relaks tetapi pikiran terjaga dalam keadaan santai. Kalau pikiran tegang, tubuh tidak
akan mau tidur. Cara ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya
berhitung, membayangkan diri sedang naik turun tangga, dan lain sebagainya.
Fase 2 dan 3 dapat dilakukan sendiri sendiri atau bersamaan.
4.Ini adalah fase utama, perhatikan baik-baik. Kebanyakan orang sering berhasil tiba di fase ini tapi gagal masuk ke fase selanjutnya. Padahal barrier antara dunia nyata dan dunia mimpi sudah setipis kertas.
Saat kita tiba di hypnagogic state dalam keadaan sadar, kita biasanya akan mengalami sleep paralysis (yang biasa dikenal dengan diduduki jin saat tidur), mendengar suara-suara keras, sulit bernafas, sensasi jatuh atau berputar-putar, dan perasaan melayang ke dimensi lain. Kebanyakan orang akan panik dan terbangun. JANGAN! Tenangkan diri. Tenang saja, belum ada orang mati karena masuk ke alam mimpi. Pertama mungkin akan panik dan terbangun, tapi kalau cukup sering tiba di fase 4 ini, mudah-mudahan rasa panik itu akan hilang.
5.Ini adalah fase setelah kita berhasil tiba di alam mimpi. Kita akan mengalami sensasi seperti berada di ruangan atau terowongan yang gelap gulita. Kadang orang sudah sampai sini, panik, dan terbangun. SAYANG SEKALI!!!
Saat kita tiba di sini, dengan berkonsenterasi cukup keras, kita dapat memilih dan menjelajahi mimpi kita sendiri. Dan kita secara resmi berhasil menjadi seorang Oneironaut.
Tentu saja, ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.
Cara-cara tersebut adalah:
1.Dream Recall.
Ini adalah teknik paling dasar dan harus dilakukan terus menerus. Sediakan pensil dan kertas di sebelah kasur kita, dan setiap kita bangun tidur, langsung catat apapun yang teringat dari mimpi kita. Banyak orang sulit mengingat mimpi, cara ini akan membiasakan otak untuk mengingat mimpi. Dream Recall juga akan membantu memperjelas Lucid Dream.
2.Makan Pisang.
Serius. Pisang mengandung banyak Tryptophan dan Vitamin B6 per gramnya. Tryptophan, akan diubah menjadi Serotonin di otak, dibantu oleh Vitamin B6. Serotonin adalah zat kimia yang mengatur mood, ingatan jangka pendek, dan MIMPI di dalam otak. Beberapa bahan makanan lain mengandung Serotonin cukup banyak, misalnya tomat dan kacang. Tapi serotonin sulit diserap oleh otak, karena terhalang oleh blood-brain barrier yang melingkupi otak. Coba makan banyak pisang tiap hari, terutama setelah makan malam.
3.Wake-Back-to-Bed (WBTB)
Ini adalah teknik untuk berusaha langsung masuk ke fase REM (Rapid Eye Movement), yaitu fase tidur saat terjadinya mimpi. Tidurlah dalam keadaan lelah, kemudian bangun 5 jam kemudian. Dalam keadaan mengantuk, konsenterasilah pada teknik WIoLD.
Untuk orang yang kesulitan sadar sampai hypnagogic state, bisa juga menggunakan cara ini: pasang jam weker/minta orang bangunkan 1/2 jam-1 jam setelah kita mulai berusaha tidur. Biasanya kita mulai kehilangan kesadaran pada waktu itu. Tapi jangan bangun! tetap dalam kondisi setengah tidur, coba lagi teknik WIoLD dan berusaha sadar menembus hypnagogic state sekali lagi.
Apakah semua orang bisa menjadi Oneironaut? Sebenarnya ya, tapi kemungkinan, ada orang-orang tertentu yang berbakat menjadi Oneironaut.
Sleep paralysis/Ketindihan
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).
Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak.
Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi. Sleep Pralysis juga merupakan tahap untuk melakukan Astral Projection.
Sepertinya kita masih sulit memahami secara sepenuhnya mengenai Astral Projection ini.
Minggu, 25 September 2011
Tips Memilih Tablet/Smartphone Android
Harga handphone atau tablet Android saat ini sangatlah bervariasi, mulai dari 1 jutaan hingga 5 juta lebih. Dan bukan hanya harganya saja yang bervariasi, namun merk dan modelnya pun cukup banyak. Bila sekitar dua atau tiga tahun yang lalu ponsel pintar (smartphone) didominasi oleh merk-merk terkenal, dengan hadirnya sistem operasi Android, hal tersebut tidak berlaku lagi. Merk lokal yang namanya tidak pernah saya dengar sekalipun ikut-ikutan mengeluarkan tablet atau ponsel pintar yang menggunakan sistem operasi Android.
Hal ini tentu cukup menguntungkan bagi calon pembeli handphone Android, karena dengan makin banyaknya produsen yang mengeluarkan gadget Android, maka persaingan akan semakin ketat yang pada akhirnya akan menurunkan harga jual. Disisi lain, banyaknya pilihan justru akan membuat pusing calon pembeli. Namun jangan khawatir, pada artikel kali ini, saya akan menginformasikan tips atau cara memilih dan membeli handphone Android.
Tips Memilih Android #1: Merk
Merk-merk lokal cenderung menawarkan harga yang terjangkau dengan fitur melimpah. Banyak dari Anda pasti tertarik untuk memilikinya namun masih ragu-ragu dengan kualitasnya. Apakah merk handphone Android lokal layak untuk dibeli? Berikut penjelasan kami:
Komponen vital yang mempengaruhi kinerja handphone Android seperti processor, kartu grafis (GPU), dll pada umumnya tidak dibuat oleh produsen telepon, namun produsen telepon membeli kepada pihak ketiga dalam hal ini misalnya adalah produsen processor seperti Qualcomm. Jadi, selama Android lokal memiliki spesifikasi yang bagus, maka performanya tidak akan kalah dibanding dengan merk terkenal, karena processor maupun komponen hardware atau “daleman” yang digunakan pada merk lokal bisa jadi sama dengan yang digunakan oleh merk terkenal.
Untuk menekan harga jual terkadang merk lokal mengurangi kualitas dari beberapa komponen atau fitur yang digunakan, misalnya kualitas layar, kualitas kamera, kualitas casing yang digunakan, atau kualitas dari aksesoris pendukung seperti kabel data, charger, dll. Namun bukan berarti kualitas Android lokal pasti jelek atau dibawah merk terkenal, karena kenyataannya banyak juga tablet atau hp lokal yang memiliki kualitas baik.
Mungkin sebagian dari Anda akan berkata “kalau begitu merk ga penting dong?” Beberapa handphone Android lokal yang beredar di Indonesia saat ini memang memiliki kualitas dan performa yang sama baiknya dengan merk terkenal dan ditawarkan dengan harga yang lebih murah, namun memang masih ada faktor lain yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih atau membeli Android merk lokal, yaitu:
Lokasi service center: Merk terkenal pada umumnya memiliki lokasi service center yang lebih banyak
Nilai jual kembali: Android merk terkenal lebih mudah dijual kembali dan harganya cenderung lebih stabil.
Ketersediaan aksesoris: Lebih mudah menemukan aksesoris untuk merk-merk yang sudah dikenal, misalnya sarung silikon, sarung kulit, screen guard, dll.
Kesimpulannya, bagi Anda yang ingin mencicipi Android dengan harga terjangkau, bolehlah melirik merk-merk lokal, tapi bagi Anda yang sering sekali gonta-ganti handphone, mungkin lebih cocok membeli merk terkenal dengan alasan lebih mudah dijual kembali.
Tips Membeli Android #2: Perhatikan sistem operasi yang digunakan
Sistem operasi Android terdiri dari beberapa versi. Berikut adalah urutan versi dan nama sistem operasi Android: Versi 1.5 Cupcake, 1.6 Donut, 2.1 Eclair, 2.2 Froyo (frozen yogurt), 2.3 Gingerbread, lalu ada juga versi 3.0 Honeycomb yang lebih dioptimalkan untuk digunakan pada Tablet Android yang menggunakan layar lebih besar. Versi Android yang selanjutnya bernama Ice Cream sandwich (versi 2.4). Versi ini dikatakan akan optimal untuk digunakan baik pada handphone maupun pada tablet Android.
Bila Anda hendak membeli tablet atau handphone Android, disarankan membeli yang menggunakan sistem operasi minimal Froyo (versi 2.2). Versi ini terbukti cukup stabil dan memiliki kelebihan dibanding versi sebelumnya, diantaranya memiliki kemampuan memindahkan aplikasi ke SD Card dan juga memiliki kemampuan wi-fi tether atau menjadikan handphone Android sebagai hotspot mini pribadi.
Tips Memilih Android #3: Dukungan komunitas
Coba cari tahu mengenai komunitas atau forum pengguna handphone Android yang akan dibeli di internet. Jika ada komunitasnya, maka Anda akan mudah bertanya melalui forum kepada pengguna lain bila terjadi masalah pada HP, Anda akan mendapat banyak tips dan trik untuk meningkatkan performa telepon, merubah tampilan, dan tips atau trik lainnya. Selain itu jika komunitasnya besar, maka akan lebih terjamin pengembangan software untuk kedepannya, misalnya update sistem operasi Android.
Tips Membeli Android #4: Spesifikasi Hardware Handphone
Anda mungkin sedikit pusing saat melihat spesifikasi dari sebuah handphone Android. Namun jangan khawatir, kami akan menjelaskan beberapa spesifikasi yang menurut kami paling penting untuk diperhatikan.
A. Spesifikasi yang mempengaruhi kinerja atau performa ponsel:
A.1. Processor
Processor merupakan otak dari ponsel. Semakin cepat processor yang digunakan, maka semakin responsif dan cepat ponsel Anda dalam menjalankan aplikasi-aplikasi Android. Processor yang digunakan pada ponsel Android low end atau entry level umumnya berkecepatan 600 MHz. Untuk Android mid end atau kelas menengah berkecepatan 800 MHz, dan untuk ponsel high end berkecepatan 1 GHz keatas.
Handphone Android yang menggunakan processor berkecepatan 600 MHz sebenarnya sudah cukup untuk menjalankan semua fungsi yang terdapat pada sistem operasi Android. Jadi, jika dana yang Anda miliki tidak terlalu banyak, atau baru ingin coba-coba OS Android, maka tidak perlu dipaksakan untuk membeli handphone dengan processor berkecepatan tinggi. Namun bila ada dana lebih, disarankan membeli ponsel dengan processor minimal 800 MHz, karena aplikasi-aplikasi atau game yang akan datang pada umumnya menuntut spesifikasi yang lebih tinggi dibanding aplikasi atau game yang beredar saat ini.
A.2. GPU (Graphic Processing Unit)
GPU merupakan komponen yang berfungsi untuk mengolah gambar atau grafik. Handphone Android yang menggunakan atau memiliki GPU dapat menjalankan aplikasi yang banyak menggunakan tampilan visual atau game 3D jauh lebih baik dibanding ponsel yang tidak memiliki GPU. Bahkan pada umumnya, HP Android yang tidak memiliki GPU tidak dapat menjalankan game 3D, bila dapat berjalan pun akan sangat lambat.
GPU yang paling banyak digunakan untuk handphone low end dan mid end adalah tipe Adreno 200 atau PowerVR SGX 530. Untuk handphone high end biasanya menggunakan GPU Adreno 205, PowerVR SGX 540 atau NVIDIA GeForce (NVIDIA Tegra). Bila Anda mencari handphone Android, disarankan yang sudah menggunakan GPU minimal Adreno 200 atau PowerVR SGX530, namun sayangnya untuk GPU yang digunakan pada sebuah ponsel tidak selalu dituliskan pada informasi spesifikasi, oleh karena itu terkadang Anda harus menanyakannya terlebih dahulu kepada pengguna yang telah memiliki handphone Android atau melalui forum komunitas pengguna Android yang ingin Anda beli.
A.3. Kapasitas RAM (Random Access Memory)
Kapasitas RAM berhubungan dengan performa handphone Android. Semakin besar RAM yang digunakan, maka akan semakin baik pula performa dari sebuah handphone, khususnya saat melakukan multi tasking atau membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Kapasitas RAM yang umumnya digunakan adalah 128 MB, 256 MB, 512 MB dan 1 GB. Handphone yang menggunakan RAM sebesar 128 MB pada umumnya agak sedikit lambat bila digunakan untuk multi tasking, oleh karena itu, kami sarankan membeli ponsel Android yang memiliki kapasitas RAM minimal 256 MB.
Sebagai catatan, Anda harus cukup jeli saat membaca spesifikasi kapasitas RAM dari sebuah handphone Android. Beberapa produsen menuliskan kapasitas RAM dalam satuan Gb (giga bit) perhatikan huruf “b” kecil yang digunakan. 1 b (bit) = 1/8 B (byte) jadi kalau anda membaca spesifikasi sebuah handphone Android memiliki kapasitas RAM sebesar 1 Gb (1000 Mb), maka kapasitas RAM yang sebenarnya adalah 1000 : 8 = kurang lebih sebesar 125 MB (Megabyte).
B. Spesifikasi yang memiliki nilai tambah:
B.1. Layar
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai layar handphone Android, yaitu:
Jumlah Pixel
Jumlah pixel layar yang umum digunakan pada HP Android adalah 240×320, 320×480 dan 480×800 pixel. Semakin besar jumlah pixel yang digunakan, maka semakin halus gambar yang tertampil pada layar.
Ukuran Layar
Semakin besar ukuran layar, maka akan semakin nyaman untuk digunakan dan juga semakin mudah untuk menggunakan papan ketik (keyboard) virtual. Namun semakin besar layar, maka semakin lebar atau tinggi juga ukuran handphone-nya. Layar yang terlalu besar akan sedikit menyulitkan bila harus di letakkan dalam kantong, jadi sesuaikan dengan kebutuhan.
Jenis layar
Jenis layar yang digunakan pada umumnya dibagi jadi dua tipe yaitu resistive dan capacitive. Layar capacitive sensitif terhadap sentuhan jari (kulit), sedangkan layar resistive kurang sensitif terhadap sentuhan jari, jadi pengguna harus melakukan sedikit penekanan pada layar untuk mengoperasikan layar jenis resistive.
Jika layar kapasitif hanya dapat merespon sentuhan kulit jari, lain halnya dengan layar resistif yang dapat merespon sentuhan dari media lain, misalnya kuku, pen stylus atau benda lainnya.
Kami sarankan untuk membeli handphone Android yang menggunakan layar berjenis kapasitif (capacitive) karena lebih nyaman untuk digunakan.
Istilah-istilah yang sering ditemui:
AMOLED: Layar yang berteknologi AMOLED tidak menandakan bahwa layar ini berjenis capacitive atau resistive, namun handphone yang menggunakan layar berteknologi AMOLED akan menampilkan warna dan kecerahan yang lebih baik dibanding layar biasa, baik di dalam maupun di luar ruangan. Layar AMOLED biasanya digunakan pada handphone Android high end atau kelas atas.
Gorilla Glass: Layar yang telah menggunakan teknologi Gorilla Glass akan lebih tahan goresan dan juga lebih tahan pecah.
Multi touch: Adalah kemampuan layar untuk mendeteksi minimal dua titik sentuhan secara bersamaan. Bila layar mendukung multi touch, maka Anda dapat menyentuh dua tombol sekaligus, jadi misalnya saat bermain game perang, ketika jari jempol kiri mengarahkan senjata, pada saat yang bersamaan jempol kanan menekan layar untuk menembakkan senjata. Bila layar tidak mendukung multitouch, saat salah satu jari masih menyentuh layar, maka layar tidak akan merespon sentuhan jari yang lain, dalam contoh ini pengguna tidak dapat mengarahkan dan menembakkan senjata dalam waktu bersamaan, jadi harus diarahkan dulu baru menembak. Handphone yang tidak mendukung multi touch tentu saja kurang nyaman digunakan untuk bermain game.
B.2. Kamera
Beberapa fitur yang perlu diperhatikan di sektor kamera:
Resolusi foto yang dihasilkan
Resolusi foto yang dihasilkan biasa ditulis dalam besaran megapixel (MP). Walaupun tidak menjamin, namun pada umumnya semakin besar resolusi foto yang bisa dihasilkan, maka hasil fotonya akan semakin baik.
Auto Focus
Bila kamera handphone Android memiliki fitur auto focus, maka kamera dapat secara otomatis menyesuaikan fokus sesuai dengan jarak objek yang hendak di foto. Beberapa pengguna ada yang menyebutnya fitur zoom otomatis. Kelebihan kamera auto focus dibanding kamera fixed focus (fokus tetap) lebih terasa saat pengguna mengambil foto dalam jarak dekat (dibawah 30 cm). Kamera fixed focus saat dipakai untuk mengambil foto dalam jarak dekat, hasilnya akan sedikit buram atau tidak fokus. Namun saat pengambilan foto jarak jauh, antara handphone Android yang memiliki fitur auto fokus maupun fixed fokus, keduanya tidak terlalu menunjukkan perbedaan yang berarti.
Lampu Flash
Bila Anda sering mengambil foto di malam hari, maka lebih baik memilih handphone Android yang fitur kamera-nya telah dilengkapi dengan lampu flash.
Tombol Kamera
Keberadaan tombol khusus kamera akan memudahkan pengguna saat hendak mengambil foto, khususnya saat mengambil foto diri sendiri.
Kamera Depan
Bagi Anda yang gemar melakukan video call, sebaiknya mencari handphone yang memiliki kamera depan. Sebagai informasi, mayoritas handphone Android kelas menengah kebawah (harga dibawah Rp. 2 juta) tidak memiliki kamera depan. Bila Anda melihat pada bagian depan gambar handphone Android yang ingin dibeli ada bulatan kecil seperti kamera, belum tentu itu adalah kamera, bisa jadi hanya sensor cahaya dan/atau proximity sensor.
B.3. Kapasitas memori internal
Perhatikan juga kapasitas memori internal dari sebuah handphone Android. Semakin besar semakin baik.
B.4. Keyboard fisik
Kebanyakan handphone Android adalah handphone full layar sentuh, namun beberapa diantaranya ada yang memiliki keyboard fisik. Jika Anda tidak terbiasa atau kurang nyaman mengetik tulisan menggunakan keyboard virtual, maka sebaiknya memilih handphone Android yang memiliki keyboard fisik.
B.5. FM Radio
Bagi Anda yang hobi mendengarkan radio, pastikan pada handphone Android yang hendak dibeli telah memiliki fitur ini.
B.6. Kapasitas Baterai
Handphone Android termasuk boros baterai, jadi sebisa mungkin carilah handphone yang memiliki kapasitas baterai besar. Kapasitas baterai yang umumnya digunakan sebesar 1200 mAh, jika ada yang lebih besar maka lebih baik.
B.7. Jaringan Telepon
Sebelum membeli handphone Android, ada baiknya dipastikan dulu jaringan teleponnya. Anda ingin membeli handphone Android CDMA atau GSM. Selain itu, apakah handphone Android telah mendukung koneksi 3G atau belum. Jika Anda membaca pada spesifikasi bahwa handphone dapat berjalan di jaringan WCDMA, maka dapat dipastikan bahwa handphone tersebut bukan handphone CDMA, melainkan handphone GSM yang telah mendukung koneksi 3G. Info lebih lengkap dapat dilihat pada artikel istilah jaringan telepon.
B.8. Fitur lain dan Aplikasi Bawaan
Pada umumnya handphone Android telah dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut:
GPS (Global Positioning System): Berguna untuk mengetahui lokasi Anda saat ini dan juga sebagai pemandu arah menggunakan bantuan satelit
Sensor accelerometer, pengertian: sensor ini berguna untuk mengetahui sudut kemiringan handphone. Fitur ini digunakan untuk auto-rotate layar atau untuk kontrol game. Jika digunakan pada game tertentu, misalnya game balap mobil, pengguna dapat membelokkan mobil dengan cara memiringkan handphone. Sensor ini juga terkadang diartikan sebagai sensor gravitasi.
Bluetooth
Wi-Fi
Digital Compass
Sensor Cahaya: Berguna untuk mengatur tingkat kecerahan (brightness) layar secara otomatis tergantung kondisi cahaya sekitar.
Proximity sensor, pengertian: sensor ini berguna untuk mengetahui keberadaan objek terdekat tanpa perlu menyentuhnya. Misalnya Anda hendak melakukan panggilan telepon, saat handphone di dekatkan ke kuping, proximity sensor akan mendeteksi handphone berada dekat dengan kuping dan secara otomatis akan mematikan layar HP karena tidak diperlukan. Pada beberapa tipe handphone, layar akan menyala kembali saat handphone di jauhkan dari kuping.
Fitur-fitur GPS, dll pada umumnya sudah ada di handphone Android. Namun tidak ada salahnya dipastikan lagi fitur-fitur ini sudah ada atau tertulis pada spesifikasi.
Mengenai masalah aplikasi, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika pada handphone Android yang rencananya dibeli tidak memiliki aplikasi yang Anda inginkan atau butuhkan. Karena Anda dapat dengan mudah mengunduh (download) dan menginstall aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan melalui Android Market. Namun ada baiknya Anda memeriksa terlebih dahulu apakah aplikasi yang tersebut ada dan tersedia di Market. Caranya Anda dapat pergi ke website Android Market melalui komputer.
Tips Memilih Android – Kesimpulan
Saat ini cukup banyak handphone maupun tablet Android yang bisa Anda pilih. Apabila Anda baru ingin coba-coba Android, maka tidak harus membeli yang mahal, karena semua fitur dan keunggulan Android bisa didapatkan pada handphone atau tablet Android dengan harga yang murah. Perbedaan utama antara tablet atau handphone Android yang mahal dengan yang murah hanyalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi atau game berat, lalu perbedaan fitur tambahannya seperti layar, kamera, kualitas speaker, dll.
Intinya, semua dikembalikan lagi kepada kebutuhan masing-masing. Bila Anda bingung menentukan mana yang terbaik di kisaran harga yang sama, silahkan mengacu pada tulisan diatas.
Demikianlah tips membeli handphone Android. Bila ada yang kurang jelas, ingin koreksi atau ada pendapat, silahkan mengisi form komentar dibawah. Terima Kasih :)
Demam BlackBerry masih sangat terasa di Indonesia, meski sekarang ini boleh dibilang sudah mulai menurun. Nah, di lain pihak ada si robot hijau Android yang mulai banyak dikenal dan mulai menggeser ketenaran BlackBerry di Indonesia. Apakah saat ini Anda belum memiliki keduanya, namun dalam waktu dekat ingin membeli salah satu dari kedua smartphone tersebut namun bingung mana yang terbaik atau lebih cocok untuk Anda? Saya coba berikan panduan kelebihan dan kekurangan masing-masing serta saran untuk Anda sekalian.
Kelebihan BlackBerry ketimbang Android
Nyaman untuk mengetik. Yap, hampir di semua tipe BlackBerry pasti ada keyboard QWERTY fisik, dan bisa dibilang nyaman untuk digunakan.
BlackBerry Messenger (BBM). Bisa chat, kirim foto, musik, video, serta kontak dengan cepat ke sesama pengguna BlackBerry. Proses lebih cepat karena datanya dikompres terlebih dahulu.
Kualitas push email lebih baik.
Ada LED notifikasi di semua handset BlackBerry. Dengan adanya notifikasi berupa LED ini, kita dapat lebih cepat menyadari adanya pesan yang belum terbaca. Untuk Android, hanya ada sebagian kecil yang memiliki LED notifikasi.
Cenderung lebih aman. BlackBerry ditujukan untuk kalangan eksekutif dan pebisnis. Mereka tipe orang yang sering melakukan pertukaran data yang bisa dibilang rahasia, dan BlackBerry memang dirancang untuk itu.
Kelebihan Android ketimbang BlackBerry
Games dan multimedia! Ada banyak sekali game dan aplikasi yang bisa diunduh di Android Market, dan kebanyakan juga bersifat gratis (meski seringkali terdapat iklan di dalamnya). Android bisa jadi teman di kala menunggu atau di kala bosan.
Bentuk dan model sangat bervariasi. Berbeda dengan BlackBerry yang jelas hanya dirilis oleh RIM serta memiliki desain yang cenderung mirip satu sama lain, Android tersedia dalam berbagai macam merek, model, harga, serta ukuran. Kita jadi punya banyak pilihan kan?
Terintegrasi dengan seluruh layanan Google. Gmail, YouTube, Google Contact, Google Calendar, dll, semua tersedia di Android.
Lebih nyaman untuk internetan. Android identik dengan layar sentuh (pastikan sudah kapasitif tentu saja), dibanding BlackBerry yang identik dengan QWERTY keyboard tanpa layar sentuh, tentu pengalaman dalam berseluncur di dunia maya lebih asyik di Android.
Lebih bebas dikustomisasi. Widget, Live Wallpaper, scrollable wallpaper, theme, launcher, dll.
Pilihlah BLACKBERRY, jikaaaaa…
Anda suka sekali chat. Bahkan punya gelar chat abuser.
Anda seorang pebisnis
Anda memiliki banyak teman/klien yang juga menggunakan BB
Butuh sekali notifikasi email dan tidak ingin sampai ada email yang terlewatkan
Anda ingin mengikuti trend yang masih hangat di Indonesia (tapi sepertinya ga akan lama lagi jadi basi)
Pilihlah ANDROID, jikaaaaa…
Anda lebih mengutamakan sisi multimedia (games dan aplikasi)
Anda suka mengotak atik hape
Anda gemar browsing internet di hape
Anda fans berat Google (menggunakan berbagai layanan mereka seperti Gmail, GTalk, Google Contact, Google Calendar, dll)
Tidak suka model hape BlackBerry yang itu-itu saja
Anda ingin mengikuti trend yang sedang hangat-hangatnya di seluruh dunia
Anda ingin punya iPhone tapi ga kesampean (karena kemahalan)
Teman chat Anda sedikit (kesiaaann deh luuuuu)
F.A.Qs / Pertanyaan yang biasanya sering diajukan
Baterai borosan mana?
Sama aja, sama boros. Tergantung kapasitas baterainya juga sih, tapi untuk kelas smartphone, rata-rata bisa bertahan 1 hari itu sudah bagus kok. Semua kembali ke penggunaan masing-masing. BB dipake chat terus juga boros (plus tangan pegal-pegal hehehe), Android dipake ngegame terus juga paling bertahan 5-6 jam saja. Penggunaan yang cukup intens, baik BB ataupun Android bisa 2 kali charge sekali. Bahkan kalau lebih ekstrim, bisa 3 kali charge sehari. Kalau untuk pemakaian standar (SMS/BBM sekedarnya), teleponan sewajarnya, pakai internet sekedarnya, bisa tahan 1 sampai 1,5 hari untuk kedua jenis smartphone ini pada umumnya.
Masa kalah sama hape jadul gw yang baterainya bisa tahan 5 hari?!
Ah, BB atau Android juga bisa kok. Caranya mudah, matikan saja. Problem solved. #sarcasm
Android boros pulsa banget ya???
Engga juga, tinggal langganan internet unlimited saja. Sama aja kok dengan BB, yang harus langganan biaya BIS. Sama-sama boros pulsa jadinya kan?
Saya ingin BlackBerry tapi juga ingin bisa menikmati multimedia dan games! Ada caranya?
Oh, ada! Beli saja BB yang murmer seperti BB Gemini dan beli lagi Android kelas menengah ke bawah yang di bawah 2 jutaan juga udah ada tuh. Bisa BBM-an di Gemini dan nikmatin multimedia di Android kan. :D
Yah, ribet donk kalau pake 2 hape. Pengennya kan tersedia di satu hape aja.
Kalo gitu beli BlackBerry yang juga memiliki layar sentuh kapasitif seperti BB Torch. Pilihan games dan aplikasinya lebih banyak dari yang cuma punya keyboard QWERTY biasa.
Torch mahal ah, budget saya terbatas.
*timpuk pake gelas*
Saya ingin Android, tapi pengen ada QWERTY keyboardnya juga. Ada ga sih???
Ada donk, misalkan HTC Desire Z, Motorola Droid 2, Motorola Milestone, Motorola Charm, Motorola BackFlip, Sony Ericsson Xperia Mini Pro, Sony Ericsson Xperia Pro, Samsung Galaxy 551, Acer BeTouch, dll…
Uhh, mahal-mahal yah…
Ada kok Android merek Cina dan lokal ber-QWERTY keyboard. Tapi yah ada harga ada kualitas sih…
Kalau pakai Android tapi ingin bisa chat dengan teman yang menggunakan BlackBerry?
Bisa coba aplikasi seperti WhatsApp, tapi pastikan aplikasi tersebut juga terinstal di BB mereka dan mereka menggunakan layanan BB yang full unlimited.
Yah, temen-temen saya pada pake layanan BB yang paket gaul cuma buat chat doank…
Ya ampun, ada YM kan??? Layanan BB yang gaul/chat juga bisa buat YM-an kok!
Temen-temen saya pada males buka YM, pada demen ama BBM doank…
*nyodorin gelas buat ditimpuk ke mereka*
Ada yang mau menambahkan? :D
Selasa, 26 Juli 2011
Akhir Kisah Indah Google+
Beberapa bulan lalu kita semua bertanya-tanya dan berharap sesuatu yang baru akan hadir dalam social media. Bahkan banyak yang memprediksi sesuatu yang baru itu akan mengalahkan apa yang selama ini dibangun oleh Mark Zuckerberg dalam Facebook miliknya.
Yup, yang dimaksud adalah Google+. Bahkan para pengamat hanya menemukan sejumlah kecil bugs dalam versi Google+ beta. Dan itu merupakan awal yang baik bagi Google untuk mulai berkompetisi di dunia social media.
Sebagai catatan, ada 20 juta user mendaftar akun Google+ hanya dalam waktu 3 minggu. Itu pastinya luar biasa jika dibanding Facebook yang membutuhkan waktu 3 tahun 2 bulan untuk meraih jumlah user yang sama. Namun itu adalah masa ‘bulan madu’ bagi Google+ yang telah berakhir. Google+ harus berbenah jika ingin benar-benar bersaing dengan Facebook.
1. Profile(s) not found
Perlu diketahui bahwa pada hari Jumat kemarin (22 Juli) Google melakukan pembersihan secara besar-besaran. Jangan kaget jika tiba-tiba Anda tidak menemukan akun dengan nama A atau B yang sebelumnya ada. Ini terkait dengan kebijakan Google+ yang ‘memaksa’ user untuk menggunakan nama asli.
Screenshot di atas adalah upaya untuk mencari nama Michael Arrington, yang telah memiliki akun Google+. Dia adalah pendiri situs gadget ternama, Techcrunch. Lalu bagaimana Google+ tidak mencantumkan nama itu sebagai Google+ profile? Saat Anda mengetik pada ‘search’ nama Michael Arrington muncul dalam pilihan, namun ketika Anda klik pada nama itu, Google+ menampilkan ‘Profile Not Found’.
Dalam beberapa kasus, seorang user harus membuktikan bahwa apa yang mereka tulis di profile harus benar-benar menjelaskan mereka sebenarnya melalui scan ID foto atau cara lain. Jika apa yang diminta Google+ itu tidak dipenuhi maka Google tidak hanya mematikan akun G+ mereka tapi benar-benar akan dihapus segala sesuatu yang ada dalam akun G+ itu. Anda yang menggunakan ponsel Android untuk Google+, WASPADALAH! Back up semua data Anda di lain tempat, selain Google.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Penghapusan akun secara besar-besaran bisa disebut sebagai bencana. Spam protection akan menjadi pilihan wajib, terutama bagi perusahaan seperti Google yang selalu bergantung pada data nyata dari orang-orang yang nyata. Namun menjadi ‘korban’ sebagai pihak yang dicurigai oleh Google dan baru bisa dinyatakan ‘nyata’ oleh Google dalam waktu 4 minggu adalah hal yang konyol dan seharusnya tidak terjadi.
Atau, seharusnya Google menandai saja akun-akun yang dicurigai oleh sistem sebagai profil ‘tidak nyata’. Misalnya, diperingatkan lewat email atau dengan pemberitahuan pada user lain untuk mengkonfirmasi apa yang bersangkutan merupakan profil nyata atau bukan. Setidaknya itu ‘lebih sopan’ daripada langsung menghapus dan menonaktifkan sebuah akun Google+ dan tidak muncul dalam pencarian.
Satu lagi, jika akun G+tidak aktif dalam 30 hari Google juga akan langsung menghapusnya (doh!). Google seharusnya memiliki ‘spambuster’ untuk user yang melaporkan bahwa akun mereka telah terhapus. Dengan begitu seseorang bisa melaporkan apakah sebuah akun adalah spam atau bukan, dan Google bisa memeberikan sebuah badge sebagai tanda terima kasih karena pelaporan itu.
2. Business Page sama sekali belum siap
Google melalui Google+ benar-benar belum siap terjun ke dunia bisnis social media. Sebagai sebuah business page, hal utama yang harus dimiiki adalah ‘persiapan’. Sama seperti banyak akun yang terhapus, business page juga mengalami hal serupa. Dua minggu lalu penghapusan besar-besaran itu terjadi dan menyebabkan sejumlah orang mengurungkan niat untuk membuat business page di Google+ menggunakan nama usaha. Namun kemudian Google approve beberapa pages yang sebelumnya berhasil dibuat di business page versi beta.
Itu adalah bentuk inkonsistensi dari Google+. Sangat merugikan ketika beberapa nama usaha harus dihapus dari Google+ business page sementara yang lain tidak mengalami masalah meskipun bertentangan dengan aturan Google+. Tampaknya Google pilih-pilih dalam approve business page. Sementara perusahaan-perusahaan besar bisa dengan tenang berada di Google+, perusahaan kecil yang sedang memulai promosi produknya harus terhapus dari Google+. Dan sampai hari ini, tidak ada kepastian akan dibawa kemana business page milik Google+ nantinya akan diarahkan.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Hal seperti itu seharusnya telah bisa diatasi dengan cepat dan mudah. Yang harus dilakukan adalah dengan membuat sebuah halaman berisi pengumuman di plus.google.com/business. Page itu harus memberitahu secara jelas dan rinci bahwa business page tidak bisa dibuat menggunakan profile, atau akan dihapus. Dengan tambahan seperti ini:’ Namun jika Anda tertarik membuat akun business di Google+, silakan ikuti langkah-langkah ini:
1. Buatlah akun Google+ pribadi dengan nama dan informasi asli.
2. Isilah form ini dengan nama bisnis Anda, alamat, website URL, dan posisi Anda di perusahaan itu saat ini.
3. Jika bisnis Anda telah diverifikasi dalam Google Places, harap sertakan alamat email yang digunakan untuk verifikasi itu. Kami akan mengirimkan email account yang menghubungkan Anda ke Google + profile email.
4. Jika bisnis Anda tidak diverifikasi pada Google Places atau tidak memiliki alamat nyata, silakan mengisi formulir ini [link] dan jelaskan pada kami tentang bisnis Anda. Ada pilihan verifikasi di formulir tersebut.
5. Silakan tunggu dan dan nikmatilah Google+ sebagai seorang user. nanti saat kami rilis Google + for Business, kami akan mengirimkan instruksi lebih lanjut.
3. Google tidak memahami keinginan user
Satu hal yang jelas bisa dilihat adalah Google menyedari mereka memiliki sesuatu yang besar melalui Google+. Mereka hanya tidak menyadari bahwa Google+ adalah sesuatu yang SANGAT besar dan dinanti banyak orang.
Pada peluncuran Google+, mereka mengirim banyak sekali invitasi. Google berpikir bahwa orang-rang yang menerima invitasi itu akan langsung mengaktifkan akun Google+. Padalah, karena alasan ini dan itu banyak yang tidak langsung mengaktifkannya selama beberapa hari. Dan ketika ingin diaktifkan, Google telah menutup link-nya. Dan hilanglah kesempatan untuk membuat akun Google+.
Jelas sudah bahwa Google telah secara dramatis meremehkan persentase aktivasi dan aktivasi itu kini terus turun jumlahnya. Dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah perdebatan internal.
Semua itu menunjukkan bagaimana Google+ dipersiapkan dengan sangat rapuh dan tidak matang.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Google seharusnya memiliki persiapan yang sangat matang. Sangat mudah untuk menulis bahwa sekarang Google tidak siap untuk sebuah social media. Padahal Google memiliki pengalaman lebih banyak di media sosial daripada perusahaan lain. Mereka ahli dalam hal itu.
Google seharusnya menunggu beberapa bulan lagi daripada harus meluncurkan produk gagal seperti Google+. Mereka memiliki teknologi yang sangat baik namun solusi untuk non-teknis sangat lemah.
4. Setelah ‘Bulan Madu’
Pada akhirnya Google+ harus berhasil. Persaingan dan masalah yang muncul seharusnya bisa diatasi dengan cepat meski faktanya kini Google+ telah kehilangan sejumlah kecil pengguna.
Namun tetap saja, momentum Google+ sangat kuat selama 3 minggu setelah rilisnya. Sangat memalukan memang jika Google harus kehilangan user pada hari-hari pertama setelah rilis. Sebenarnya, jika Google siap hal seperti itu tidak perlu terjadi. Jika mereka mau, masa ‘bulan madu’ yang indah itu bisa diperpanjang selama satu atau dua bulan mendatang, sampai Google+ siap mendominasi pencarian lokal, mobile maupun social media.
Sekarang mari kita lihat Google+ dengan cara pandang ke depan. Beberapa mendatang kita akan melihat sebuah visualisasi bahwa Google+ bisa mencapai 20 juta pengguna. Kapan mereka akan mendapatkan 20 juta berikutnya? 100 juta? 750 juta? Itu semua tergantung bagaimana Google berbenah selama beberapa minggu ke depan. Jika Google terus memepermasalahkan tentang akun fiktif dan terus menghapus akun banyak orang dengan menghapus kontak, email, dan sejenisnya, maka Google tidak pernah dapat mencapai jumlah user seperti yang telah dicapai Facebook.
Yup, yang dimaksud adalah Google+. Bahkan para pengamat hanya menemukan sejumlah kecil bugs dalam versi Google+ beta. Dan itu merupakan awal yang baik bagi Google untuk mulai berkompetisi di dunia social media.
Sebagai catatan, ada 20 juta user mendaftar akun Google+ hanya dalam waktu 3 minggu. Itu pastinya luar biasa jika dibanding Facebook yang membutuhkan waktu 3 tahun 2 bulan untuk meraih jumlah user yang sama. Namun itu adalah masa ‘bulan madu’ bagi Google+ yang telah berakhir. Google+ harus berbenah jika ingin benar-benar bersaing dengan Facebook.
1. Profile(s) not found
Perlu diketahui bahwa pada hari Jumat kemarin (22 Juli) Google melakukan pembersihan secara besar-besaran. Jangan kaget jika tiba-tiba Anda tidak menemukan akun dengan nama A atau B yang sebelumnya ada. Ini terkait dengan kebijakan Google+ yang ‘memaksa’ user untuk menggunakan nama asli.
Screenshot di atas adalah upaya untuk mencari nama Michael Arrington, yang telah memiliki akun Google+. Dia adalah pendiri situs gadget ternama, Techcrunch. Lalu bagaimana Google+ tidak mencantumkan nama itu sebagai Google+ profile? Saat Anda mengetik pada ‘search’ nama Michael Arrington muncul dalam pilihan, namun ketika Anda klik pada nama itu, Google+ menampilkan ‘Profile Not Found’.
Dalam beberapa kasus, seorang user harus membuktikan bahwa apa yang mereka tulis di profile harus benar-benar menjelaskan mereka sebenarnya melalui scan ID foto atau cara lain. Jika apa yang diminta Google+ itu tidak dipenuhi maka Google tidak hanya mematikan akun G+ mereka tapi benar-benar akan dihapus segala sesuatu yang ada dalam akun G+ itu. Anda yang menggunakan ponsel Android untuk Google+, WASPADALAH! Back up semua data Anda di lain tempat, selain Google.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Penghapusan akun secara besar-besaran bisa disebut sebagai bencana. Spam protection akan menjadi pilihan wajib, terutama bagi perusahaan seperti Google yang selalu bergantung pada data nyata dari orang-orang yang nyata. Namun menjadi ‘korban’ sebagai pihak yang dicurigai oleh Google dan baru bisa dinyatakan ‘nyata’ oleh Google dalam waktu 4 minggu adalah hal yang konyol dan seharusnya tidak terjadi.
Atau, seharusnya Google menandai saja akun-akun yang dicurigai oleh sistem sebagai profil ‘tidak nyata’. Misalnya, diperingatkan lewat email atau dengan pemberitahuan pada user lain untuk mengkonfirmasi apa yang bersangkutan merupakan profil nyata atau bukan. Setidaknya itu ‘lebih sopan’ daripada langsung menghapus dan menonaktifkan sebuah akun Google+ dan tidak muncul dalam pencarian.
Satu lagi, jika akun G+tidak aktif dalam 30 hari Google juga akan langsung menghapusnya (doh!). Google seharusnya memiliki ‘spambuster’ untuk user yang melaporkan bahwa akun mereka telah terhapus. Dengan begitu seseorang bisa melaporkan apakah sebuah akun adalah spam atau bukan, dan Google bisa memeberikan sebuah badge sebagai tanda terima kasih karena pelaporan itu.
2. Business Page sama sekali belum siap
Google melalui Google+ benar-benar belum siap terjun ke dunia bisnis social media. Sebagai sebuah business page, hal utama yang harus dimiiki adalah ‘persiapan’. Sama seperti banyak akun yang terhapus, business page juga mengalami hal serupa. Dua minggu lalu penghapusan besar-besaran itu terjadi dan menyebabkan sejumlah orang mengurungkan niat untuk membuat business page di Google+ menggunakan nama usaha. Namun kemudian Google approve beberapa pages yang sebelumnya berhasil dibuat di business page versi beta.
Itu adalah bentuk inkonsistensi dari Google+. Sangat merugikan ketika beberapa nama usaha harus dihapus dari Google+ business page sementara yang lain tidak mengalami masalah meskipun bertentangan dengan aturan Google+. Tampaknya Google pilih-pilih dalam approve business page. Sementara perusahaan-perusahaan besar bisa dengan tenang berada di Google+, perusahaan kecil yang sedang memulai promosi produknya harus terhapus dari Google+. Dan sampai hari ini, tidak ada kepastian akan dibawa kemana business page milik Google+ nantinya akan diarahkan.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Hal seperti itu seharusnya telah bisa diatasi dengan cepat dan mudah. Yang harus dilakukan adalah dengan membuat sebuah halaman berisi pengumuman di plus.google.com/business. Page itu harus memberitahu secara jelas dan rinci bahwa business page tidak bisa dibuat menggunakan profile, atau akan dihapus. Dengan tambahan seperti ini:’ Namun jika Anda tertarik membuat akun business di Google+, silakan ikuti langkah-langkah ini:
1. Buatlah akun Google+ pribadi dengan nama dan informasi asli.
2. Isilah form ini dengan nama bisnis Anda, alamat, website URL, dan posisi Anda di perusahaan itu saat ini.
3. Jika bisnis Anda telah diverifikasi dalam Google Places, harap sertakan alamat email yang digunakan untuk verifikasi itu. Kami akan mengirimkan email account yang menghubungkan Anda ke Google + profile email.
4. Jika bisnis Anda tidak diverifikasi pada Google Places atau tidak memiliki alamat nyata, silakan mengisi formulir ini [link] dan jelaskan pada kami tentang bisnis Anda. Ada pilihan verifikasi di formulir tersebut.
5. Silakan tunggu dan dan nikmatilah Google+ sebagai seorang user. nanti saat kami rilis Google + for Business, kami akan mengirimkan instruksi lebih lanjut.
3. Google tidak memahami keinginan user
Satu hal yang jelas bisa dilihat adalah Google menyedari mereka memiliki sesuatu yang besar melalui Google+. Mereka hanya tidak menyadari bahwa Google+ adalah sesuatu yang SANGAT besar dan dinanti banyak orang.
Pada peluncuran Google+, mereka mengirim banyak sekali invitasi. Google berpikir bahwa orang-rang yang menerima invitasi itu akan langsung mengaktifkan akun Google+. Padalah, karena alasan ini dan itu banyak yang tidak langsung mengaktifkannya selama beberapa hari. Dan ketika ingin diaktifkan, Google telah menutup link-nya. Dan hilanglah kesempatan untuk membuat akun Google+.
Jelas sudah bahwa Google telah secara dramatis meremehkan persentase aktivasi dan aktivasi itu kini terus turun jumlahnya. Dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah perdebatan internal.
Semua itu menunjukkan bagaimana Google+ dipersiapkan dengan sangat rapuh dan tidak matang.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Google seharusnya memiliki persiapan yang sangat matang. Sangat mudah untuk menulis bahwa sekarang Google tidak siap untuk sebuah social media. Padahal Google memiliki pengalaman lebih banyak di media sosial daripada perusahaan lain. Mereka ahli dalam hal itu.
Google seharusnya menunggu beberapa bulan lagi daripada harus meluncurkan produk gagal seperti Google+. Mereka memiliki teknologi yang sangat baik namun solusi untuk non-teknis sangat lemah.
4. Setelah ‘Bulan Madu’
Pada akhirnya Google+ harus berhasil. Persaingan dan masalah yang muncul seharusnya bisa diatasi dengan cepat meski faktanya kini Google+ telah kehilangan sejumlah kecil pengguna.
Namun tetap saja, momentum Google+ sangat kuat selama 3 minggu setelah rilisnya. Sangat memalukan memang jika Google harus kehilangan user pada hari-hari pertama setelah rilis. Sebenarnya, jika Google siap hal seperti itu tidak perlu terjadi. Jika mereka mau, masa ‘bulan madu’ yang indah itu bisa diperpanjang selama satu atau dua bulan mendatang, sampai Google+ siap mendominasi pencarian lokal, mobile maupun social media.
Sekarang mari kita lihat Google+ dengan cara pandang ke depan. Beberapa mendatang kita akan melihat sebuah visualisasi bahwa Google+ bisa mencapai 20 juta pengguna. Kapan mereka akan mendapatkan 20 juta berikutnya? 100 juta? 750 juta? Itu semua tergantung bagaimana Google berbenah selama beberapa minggu ke depan. Jika Google terus memepermasalahkan tentang akun fiktif dan terus menghapus akun banyak orang dengan menghapus kontak, email, dan sejenisnya, maka Google tidak pernah dapat mencapai jumlah user seperti yang telah dicapai Facebook.
Rabu, 13 Juli 2011
All about Google+
Ramai di linimasa tentang Google+, layanan jejaring sosial terbaru dari Google. Awalnya sih cuek, tapi beberapa kali ngetweet banyak yang tanya-tanya, akhirnya bikin deh posting ini. Sedikit tapi semoga menjelaskan.
Persaingan yang semakin ketat dan kecenderungan semakin sosial, bikin Google tak pantang menyerah membangun layanan jejaring sosial. Walau telah beberapa yang gagal, Google tetap meluncurkan ujicoba untuk layanan baru yang diberi nama Google+.
Secara tampilan, Google+ ini sangat Google banget. Putih, bersih dan terkesan lapang. Kalau pertama masuk ke Google+ akan tampak seperti
Seakan bisa langsung masuk melalui tombol Sign in, tapi begitu masukkan email, masih ditolak. Karena Google+ masih tahap ujicoba sehingga membatasi penggunanya. Kalau sudah punya akun, maka tampilan mukanya seperti ini:
Secara umum, fitur yang dimiliki oleh Google+ ini mirip dengan Facebook. Tapi 2 fitur utama yang menjadi pembeda Google+ ini, yaitu Circle (Lingkaran) dan Sparks.
Beda dengan Facebook, kita pertama diminta mengkonfirmasi apakah seseorang itu teman kita dan kemudian memasukkan dalam kategori pertemanan. Google+ meminta kita memasukkan seseorang dalam Circle untuk mengkonfirmasi kita berteman dengan orang itu.
Dengan demikian, sejak awal kita telah mempunyai beberapa circle yang berisi teman-teman dengan kesamaan tertentu. Semisal, teman SMU, teman kerja, teman gila dan lainnya.
Ketika kita berbagi content (status, link, foto dll) kita harus memilih pada circle mana kita akan berbagi. Jadi pesan kita langsung tertuju pada cirlce yang kemungkinan berminat dengan pesan kita tersebut. Gak nyampah istilahnya
Sparks adalah kategori minat. Jadi Google+ meminta kita untuk memilih topik minat kita yang disambungkan dengan content hasil pencarian Google. Ngek banget ya. Topik minat ini akan tampil disebelah kiri, dibawah fitur Circle.
Bila sebuah topik Sparks kita klik, maka akan tampil hasil pencarian Google. Kita bisa klik untuk membacanya atau kita berbagi, sekali lagi dengan Circle yang harus kita pilih. Gak usah nyampah ya. Berbagi hal-hal tertentu (tahu kan maksudku….) ya dengan teman tertentu saja kan. Jangan ketahuan guru, apalagi dosenmu…..hihihihi
Bagaimana ramalanku (jiaaah ramalan…) tentang Google+
1. Potensi Google+ adalah pada dua fungsinya yaitu sebagai jejaring pertemanan (seperti Facebook) dan jejaring informasi (seperti twitter). Cukup 1 media sosial untuk 2 fungsi. Google+ adalah penantang Facebook, juga Twitter
2. Circle pada Google+ mempunyai potensi bisnis (juga keamanan) yang memungkinkan Google melakukan analisis jejaring sosial kita. Paling tidak, Google bisa mengidentifikasi influencer kunci yang berdampak paling luas
3. Dalam tahap ujicoba ini, terkesan Google+ terlalu serius, paling tidak bagi kita-kita yang alay (Kita???). Sebuah kekuatan potensial untuk menyebarluaskan Google+. Bagi yang serius pun tetap perlu bersenang-senang kan?
Memang ada 2 faktor positif, tapi faktor ketiga yang seringkali menjadi daya pikat utama orang untuk menggunakan media sosial. Nah, apakah Google+ akan mengalami nasib seperti layanan jejaring sosial dari Google lainnya?
Semua masih ujicoba, kita perlu melihat perkembangan lebih lanjut untuk melihat prospek Google+. Bagaimanapun Google+ layak untuk dicoba. Berkembang atau tutup, paling tidak sudah tahu rasanya
Persaingan yang semakin ketat dan kecenderungan semakin sosial, bikin Google tak pantang menyerah membangun layanan jejaring sosial. Walau telah beberapa yang gagal, Google tetap meluncurkan ujicoba untuk layanan baru yang diberi nama Google+.
Secara tampilan, Google+ ini sangat Google banget. Putih, bersih dan terkesan lapang. Kalau pertama masuk ke Google+ akan tampak seperti
Seakan bisa langsung masuk melalui tombol Sign in, tapi begitu masukkan email, masih ditolak. Karena Google+ masih tahap ujicoba sehingga membatasi penggunanya. Kalau sudah punya akun, maka tampilan mukanya seperti ini:
Secara umum, fitur yang dimiliki oleh Google+ ini mirip dengan Facebook. Tapi 2 fitur utama yang menjadi pembeda Google+ ini, yaitu Circle (Lingkaran) dan Sparks.
Beda dengan Facebook, kita pertama diminta mengkonfirmasi apakah seseorang itu teman kita dan kemudian memasukkan dalam kategori pertemanan. Google+ meminta kita memasukkan seseorang dalam Circle untuk mengkonfirmasi kita berteman dengan orang itu.
Dengan demikian, sejak awal kita telah mempunyai beberapa circle yang berisi teman-teman dengan kesamaan tertentu. Semisal, teman SMU, teman kerja, teman gila dan lainnya.
Ketika kita berbagi content (status, link, foto dll) kita harus memilih pada circle mana kita akan berbagi. Jadi pesan kita langsung tertuju pada cirlce yang kemungkinan berminat dengan pesan kita tersebut. Gak nyampah istilahnya
Sparks adalah kategori minat. Jadi Google+ meminta kita untuk memilih topik minat kita yang disambungkan dengan content hasil pencarian Google. Ngek banget ya. Topik minat ini akan tampil disebelah kiri, dibawah fitur Circle.
Bila sebuah topik Sparks kita klik, maka akan tampil hasil pencarian Google. Kita bisa klik untuk membacanya atau kita berbagi, sekali lagi dengan Circle yang harus kita pilih. Gak usah nyampah ya. Berbagi hal-hal tertentu (tahu kan maksudku….) ya dengan teman tertentu saja kan. Jangan ketahuan guru, apalagi dosenmu…..hihihihi
Bagaimana ramalanku (jiaaah ramalan…) tentang Google+
1. Potensi Google+ adalah pada dua fungsinya yaitu sebagai jejaring pertemanan (seperti Facebook) dan jejaring informasi (seperti twitter). Cukup 1 media sosial untuk 2 fungsi. Google+ adalah penantang Facebook, juga Twitter
2. Circle pada Google+ mempunyai potensi bisnis (juga keamanan) yang memungkinkan Google melakukan analisis jejaring sosial kita. Paling tidak, Google bisa mengidentifikasi influencer kunci yang berdampak paling luas
3. Dalam tahap ujicoba ini, terkesan Google+ terlalu serius, paling tidak bagi kita-kita yang alay (Kita???). Sebuah kekuatan potensial untuk menyebarluaskan Google+. Bagi yang serius pun tetap perlu bersenang-senang kan?
Memang ada 2 faktor positif, tapi faktor ketiga yang seringkali menjadi daya pikat utama orang untuk menggunakan media sosial. Nah, apakah Google+ akan mengalami nasib seperti layanan jejaring sosial dari Google lainnya?
Semua masih ujicoba, kita perlu melihat perkembangan lebih lanjut untuk melihat prospek Google+. Bagaimanapun Google+ layak untuk dicoba. Berkembang atau tutup, paling tidak sudah tahu rasanya
Google+, mainan baru terobosan si Om Gugel. It's Social Network, but Not Facebook!
Ceritanya, Agus (bukan nama samaran eh sebenarnya) lagi bete sama dosennya. Saking betenya, nulislah dia di FB, “dosen udin resek”. Lupa kalau dia berteman dengan sang dosen. Dan hari senin, Agus mendapat panggilan untuk menghadap sang dosen. (ngek ngok). Pernah mengalami memasang status yang dibaca oleh yang gak berhak seperti yang dialami Agus?
Ada pula cerita Mini, yang saling balas komentar sama seorang cowok. Asyik juga nih. Tapi tetapi ternyata, saling komentar itu bikin cowoknya Mini jadi cemburu. Nah runyam deh…
Ada beberapa cerita lain seperti yang dialami oleh Agus yang pernah kudengar. Karena itu, buat pengguna FB yang masih labil seperti kita (kita?), solusinya adalah tidak berteman dengan orang-orang tertentu seperti dosen/guru dan orang tua. Solusi yang cukup menarik karena bisa membatasi orang-orang tersebut untuk membaca status kita.
Eh ternyata solusi itu senjata makan tuan. Kita bisa milih tidak berteman dengan seseorang, tapi kadang kita juga butuh ngobrol dengan orang tersebut.
Itu persoalan pertama. Lainnya….
Ada notification masuk. Kita di tag di sebuah foto. Dan bertubi-tubi masuk notification karena orang-orang pada berkomentar terhadap foto itu. Padahal foto itu gak penting banget buat kita. Nyebelin kan…..
Nah suara hati kita tentang persoalan-persoalan yang ada di Facebook ini ternyata didengerin mbah Google nih. Makanya, si mbah nyoba-nyoba bikin namanya Google+ alias Google plus (bukan plus plus yang nikmat itu…….)
Apa enaknya Google+ ?
Google+ mengelola teman-teman kita lebih baik. Jadi kalau kita ngobrol itu kan tergantung sikon. Kalau ngobrol sama sohib, kita bisa ngakak, pakai istilah sesuka kita. Kalau ngobrol sama kakak kelas/angkatan, kita kan harus jaim dikit dong. Kalau ngobrol sama dosen/guru, harus sopan lah.
Beda gaya ngobrolnya. Beda juga yang diobrolin. Obrolan seru di kelompok teman, bisa jadi gak nyambung kalau diobrolin sama guru/dosen. Sama-sama teman pun, kalau minatnya beda ya obrolannya beda juga.
Kalau di Google+, kita mau menambahkan seseorang jadi teman, kita diminta untuk memasukan orang itu dalam suatu circle (lingkarang), misal: sahabat, guru, kenalan, pecinta, olah raga dll.
Sekarang kalau kita update status maka akan ditanya status itu akan disharingkan ke circle (lingkaran) apa. Jadi update kita hanya tertuju pada mereka yang berhak mendapatkannya (emang zakat…..). Orang lain di luar suatu circle (lingkaran) tidak bisa membaca status kita itu. Aman kan?
Lebih asyik lagi, kalau kecepatan internet lagi baik hati, kita bisa video chat dengan suatu circle. Bisa ngobrol seru tuh.
Kita juga bisa update informasi seru tentang topik tertentu dan mensharingkannya dengan circle (lingkarang) tertentu. Misal, Justin Bieber. Gimana caranya? Pakai fitur Sparks. Kita tinggal masukkan kata kunci “Justin Bieber”, klik search dan ketemu semua content terkait sang idola itu.
Nah topik itu akan selalu ada di sebelah kiri beranda kita. Kalau mau melihat update terbaru, maka tinggal klik di topik sparks. Tampilan semua content. Tinggal baca dan sharingkan ke suatu circle. Wah gak pernah ketinggalan gosip, bisa jadi yang pertama malahan.
Tampilan beranda Google+
Perhatikan sebelah kiri atas tertulis “Stream”, dibawahnya itu adalah berbagai circle (lingkaran) yang kita buat. Kalau klik di “Stream” maka status dari teman di semua Circle akan tampil. Kalau kita klik salah satu Circle maka hanya status teman pada Circle itu yang akan tampil.
Di bawahnya, ada “Sparks” itu adalah topik-topik minat kita. Kalau di klik di Agnez Monica maka semua content terkait akan muncul, mulai berita sampai video.
Asyiknya lagi, Google+ membolehkan setiap orang men-tag kita di sebuah foto tapi akan ditanyakan pada kita apakah setuju di tag di foto itu. Kalau gak setuju, ya gak jadi di-tag. Sekian….
Gitu dulu deh tentang Google+. Mending sekarang dicoba dulu. Eh masih belum bisa, masih tahap ujicoba dan hanya orang keren yang diperbolehkan nyoba #uhuk. Sabarlah menanti……
Ada pula cerita Mini, yang saling balas komentar sama seorang cowok. Asyik juga nih. Tapi tetapi ternyata, saling komentar itu bikin cowoknya Mini jadi cemburu. Nah runyam deh…
Ada beberapa cerita lain seperti yang dialami oleh Agus yang pernah kudengar. Karena itu, buat pengguna FB yang masih labil seperti kita (kita?), solusinya adalah tidak berteman dengan orang-orang tertentu seperti dosen/guru dan orang tua. Solusi yang cukup menarik karena bisa membatasi orang-orang tersebut untuk membaca status kita.
Eh ternyata solusi itu senjata makan tuan. Kita bisa milih tidak berteman dengan seseorang, tapi kadang kita juga butuh ngobrol dengan orang tersebut.
Itu persoalan pertama. Lainnya….
Ada notification masuk. Kita di tag di sebuah foto. Dan bertubi-tubi masuk notification karena orang-orang pada berkomentar terhadap foto itu. Padahal foto itu gak penting banget buat kita. Nyebelin kan…..
Nah suara hati kita tentang persoalan-persoalan yang ada di Facebook ini ternyata didengerin mbah Google nih. Makanya, si mbah nyoba-nyoba bikin namanya Google+ alias Google plus (bukan plus plus yang nikmat itu…….)
Apa enaknya Google+ ?
Google+ mengelola teman-teman kita lebih baik. Jadi kalau kita ngobrol itu kan tergantung sikon. Kalau ngobrol sama sohib, kita bisa ngakak, pakai istilah sesuka kita. Kalau ngobrol sama kakak kelas/angkatan, kita kan harus jaim dikit dong. Kalau ngobrol sama dosen/guru, harus sopan lah.
Beda gaya ngobrolnya. Beda juga yang diobrolin. Obrolan seru di kelompok teman, bisa jadi gak nyambung kalau diobrolin sama guru/dosen. Sama-sama teman pun, kalau minatnya beda ya obrolannya beda juga.
Kalau di Google+, kita mau menambahkan seseorang jadi teman, kita diminta untuk memasukan orang itu dalam suatu circle (lingkarang), misal: sahabat, guru, kenalan, pecinta, olah raga dll.
Sekarang kalau kita update status maka akan ditanya status itu akan disharingkan ke circle (lingkaran) apa. Jadi update kita hanya tertuju pada mereka yang berhak mendapatkannya (emang zakat…..). Orang lain di luar suatu circle (lingkaran) tidak bisa membaca status kita itu. Aman kan?
Lebih asyik lagi, kalau kecepatan internet lagi baik hati, kita bisa video chat dengan suatu circle. Bisa ngobrol seru tuh.
Kita juga bisa update informasi seru tentang topik tertentu dan mensharingkannya dengan circle (lingkarang) tertentu. Misal, Justin Bieber. Gimana caranya? Pakai fitur Sparks. Kita tinggal masukkan kata kunci “Justin Bieber”, klik search dan ketemu semua content terkait sang idola itu.
Nah topik itu akan selalu ada di sebelah kiri beranda kita. Kalau mau melihat update terbaru, maka tinggal klik di topik sparks. Tampilan semua content. Tinggal baca dan sharingkan ke suatu circle. Wah gak pernah ketinggalan gosip, bisa jadi yang pertama malahan.
Tampilan beranda Google+
Perhatikan sebelah kiri atas tertulis “Stream”, dibawahnya itu adalah berbagai circle (lingkaran) yang kita buat. Kalau klik di “Stream” maka status dari teman di semua Circle akan tampil. Kalau kita klik salah satu Circle maka hanya status teman pada Circle itu yang akan tampil.
Di bawahnya, ada “Sparks” itu adalah topik-topik minat kita. Kalau di klik di Agnez Monica maka semua content terkait akan muncul, mulai berita sampai video.
Asyiknya lagi, Google+ membolehkan setiap orang men-tag kita di sebuah foto tapi akan ditanyakan pada kita apakah setuju di tag di foto itu. Kalau gak setuju, ya gak jadi di-tag. Sekian….
Gitu dulu deh tentang Google+. Mending sekarang dicoba dulu. Eh masih belum bisa, masih tahap ujicoba dan hanya orang keren yang diperbolehkan nyoba #uhuk. Sabarlah menanti……
Langganan:
Postingan (Atom)



