Beberapa bulan lalu kita semua bertanya-tanya dan berharap sesuatu yang baru akan hadir dalam social media. Bahkan banyak yang memprediksi sesuatu yang baru itu akan mengalahkan apa yang selama ini dibangun oleh Mark Zuckerberg dalam Facebook miliknya.
Yup, yang dimaksud adalah Google+. Bahkan para pengamat hanya menemukan sejumlah kecil bugs dalam versi Google+ beta. Dan itu merupakan awal yang baik bagi Google untuk mulai berkompetisi di dunia social media.
Sebagai catatan, ada 20 juta user mendaftar akun Google+ hanya dalam waktu 3 minggu. Itu pastinya luar biasa jika dibanding Facebook yang membutuhkan waktu 3 tahun 2 bulan untuk meraih jumlah user yang sama. Namun itu adalah masa ‘bulan madu’ bagi Google+ yang telah berakhir. Google+ harus berbenah jika ingin benar-benar bersaing dengan Facebook.
1. Profile(s) not found
Perlu diketahui bahwa pada hari Jumat kemarin (22 Juli) Google melakukan pembersihan secara besar-besaran. Jangan kaget jika tiba-tiba Anda tidak menemukan akun dengan nama A atau B yang sebelumnya ada. Ini terkait dengan kebijakan Google+ yang ‘memaksa’ user untuk menggunakan nama asli.
Screenshot di atas adalah upaya untuk mencari nama Michael Arrington, yang telah memiliki akun Google+. Dia adalah pendiri situs gadget ternama, Techcrunch. Lalu bagaimana Google+ tidak mencantumkan nama itu sebagai Google+ profile? Saat Anda mengetik pada ‘search’ nama Michael Arrington muncul dalam pilihan, namun ketika Anda klik pada nama itu, Google+ menampilkan ‘Profile Not Found’.
Dalam beberapa kasus, seorang user harus membuktikan bahwa apa yang mereka tulis di profile harus benar-benar menjelaskan mereka sebenarnya melalui scan ID foto atau cara lain. Jika apa yang diminta Google+ itu tidak dipenuhi maka Google tidak hanya mematikan akun G+ mereka tapi benar-benar akan dihapus segala sesuatu yang ada dalam akun G+ itu. Anda yang menggunakan ponsel Android untuk Google+, WASPADALAH! Back up semua data Anda di lain tempat, selain Google.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Penghapusan akun secara besar-besaran bisa disebut sebagai bencana. Spam protection akan menjadi pilihan wajib, terutama bagi perusahaan seperti Google yang selalu bergantung pada data nyata dari orang-orang yang nyata. Namun menjadi ‘korban’ sebagai pihak yang dicurigai oleh Google dan baru bisa dinyatakan ‘nyata’ oleh Google dalam waktu 4 minggu adalah hal yang konyol dan seharusnya tidak terjadi.
Atau, seharusnya Google menandai saja akun-akun yang dicurigai oleh sistem sebagai profil ‘tidak nyata’. Misalnya, diperingatkan lewat email atau dengan pemberitahuan pada user lain untuk mengkonfirmasi apa yang bersangkutan merupakan profil nyata atau bukan. Setidaknya itu ‘lebih sopan’ daripada langsung menghapus dan menonaktifkan sebuah akun Google+ dan tidak muncul dalam pencarian.
Satu lagi, jika akun G+tidak aktif dalam 30 hari Google juga akan langsung menghapusnya (doh!). Google seharusnya memiliki ‘spambuster’ untuk user yang melaporkan bahwa akun mereka telah terhapus. Dengan begitu seseorang bisa melaporkan apakah sebuah akun adalah spam atau bukan, dan Google bisa memeberikan sebuah badge sebagai tanda terima kasih karena pelaporan itu.
2. Business Page sama sekali belum siap
Google melalui Google+ benar-benar belum siap terjun ke dunia bisnis social media. Sebagai sebuah business page, hal utama yang harus dimiiki adalah ‘persiapan’. Sama seperti banyak akun yang terhapus, business page juga mengalami hal serupa. Dua minggu lalu penghapusan besar-besaran itu terjadi dan menyebabkan sejumlah orang mengurungkan niat untuk membuat business page di Google+ menggunakan nama usaha. Namun kemudian Google approve beberapa pages yang sebelumnya berhasil dibuat di business page versi beta.
Itu adalah bentuk inkonsistensi dari Google+. Sangat merugikan ketika beberapa nama usaha harus dihapus dari Google+ business page sementara yang lain tidak mengalami masalah meskipun bertentangan dengan aturan Google+. Tampaknya Google pilih-pilih dalam approve business page. Sementara perusahaan-perusahaan besar bisa dengan tenang berada di Google+, perusahaan kecil yang sedang memulai promosi produknya harus terhapus dari Google+. Dan sampai hari ini, tidak ada kepastian akan dibawa kemana business page milik Google+ nantinya akan diarahkan.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Hal seperti itu seharusnya telah bisa diatasi dengan cepat dan mudah. Yang harus dilakukan adalah dengan membuat sebuah halaman berisi pengumuman di plus.google.com/business. Page itu harus memberitahu secara jelas dan rinci bahwa business page tidak bisa dibuat menggunakan profile, atau akan dihapus. Dengan tambahan seperti ini:’ Namun jika Anda tertarik membuat akun business di Google+, silakan ikuti langkah-langkah ini:
1. Buatlah akun Google+ pribadi dengan nama dan informasi asli.
2. Isilah form ini dengan nama bisnis Anda, alamat, website URL, dan posisi Anda di perusahaan itu saat ini.
3. Jika bisnis Anda telah diverifikasi dalam Google Places, harap sertakan alamat email yang digunakan untuk verifikasi itu. Kami akan mengirimkan email account yang menghubungkan Anda ke Google + profile email.
4. Jika bisnis Anda tidak diverifikasi pada Google Places atau tidak memiliki alamat nyata, silakan mengisi formulir ini [link] dan jelaskan pada kami tentang bisnis Anda. Ada pilihan verifikasi di formulir tersebut.
5. Silakan tunggu dan dan nikmatilah Google+ sebagai seorang user. nanti saat kami rilis Google + for Business, kami akan mengirimkan instruksi lebih lanjut.
3. Google tidak memahami keinginan user
Satu hal yang jelas bisa dilihat adalah Google menyedari mereka memiliki sesuatu yang besar melalui Google+. Mereka hanya tidak menyadari bahwa Google+ adalah sesuatu yang SANGAT besar dan dinanti banyak orang.
Pada peluncuran Google+, mereka mengirim banyak sekali invitasi. Google berpikir bahwa orang-rang yang menerima invitasi itu akan langsung mengaktifkan akun Google+. Padalah, karena alasan ini dan itu banyak yang tidak langsung mengaktifkannya selama beberapa hari. Dan ketika ingin diaktifkan, Google telah menutup link-nya. Dan hilanglah kesempatan untuk membuat akun Google+.
Jelas sudah bahwa Google telah secara dramatis meremehkan persentase aktivasi dan aktivasi itu kini terus turun jumlahnya. Dan yang terjadi selanjutnya adalah sebuah perdebatan internal.
Semua itu menunjukkan bagaimana Google+ dipersiapkan dengan sangat rapuh dan tidak matang.
- Apa yang seharusnya dilakukan Google?
Google seharusnya memiliki persiapan yang sangat matang. Sangat mudah untuk menulis bahwa sekarang Google tidak siap untuk sebuah social media. Padahal Google memiliki pengalaman lebih banyak di media sosial daripada perusahaan lain. Mereka ahli dalam hal itu.
Google seharusnya menunggu beberapa bulan lagi daripada harus meluncurkan produk gagal seperti Google+. Mereka memiliki teknologi yang sangat baik namun solusi untuk non-teknis sangat lemah.
4. Setelah ‘Bulan Madu’
Pada akhirnya Google+ harus berhasil. Persaingan dan masalah yang muncul seharusnya bisa diatasi dengan cepat meski faktanya kini Google+ telah kehilangan sejumlah kecil pengguna.
Namun tetap saja, momentum Google+ sangat kuat selama 3 minggu setelah rilisnya. Sangat memalukan memang jika Google harus kehilangan user pada hari-hari pertama setelah rilis. Sebenarnya, jika Google siap hal seperti itu tidak perlu terjadi. Jika mereka mau, masa ‘bulan madu’ yang indah itu bisa diperpanjang selama satu atau dua bulan mendatang, sampai Google+ siap mendominasi pencarian lokal, mobile maupun social media.
Sekarang mari kita lihat Google+ dengan cara pandang ke depan. Beberapa mendatang kita akan melihat sebuah visualisasi bahwa Google+ bisa mencapai 20 juta pengguna. Kapan mereka akan mendapatkan 20 juta berikutnya? 100 juta? 750 juta? Itu semua tergantung bagaimana Google berbenah selama beberapa minggu ke depan. Jika Google terus memepermasalahkan tentang akun fiktif dan terus menghapus akun banyak orang dengan menghapus kontak, email, dan sejenisnya, maka Google tidak pernah dapat mencapai jumlah user seperti yang telah dicapai Facebook.
Selasa, 26 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar