Banyak sebagian orang mengatakan jomblo itu bahagia, berbuat sesukanya bersama teman-teman, keluar malam, nggak ada yang ngelarang dan sebagainya. Namun ada juga, yang menyandang status jomblo itu selalu tersiksa karena sebuah keterpaksaan.
Silahkan pilih mana yang kalian suka. Ketika merasa jomblo itu sebuah status, khususnya di jejaring sosial, biasanya saat seseorang tersebut sedang hangout baik sendiri maupun ramai-ramai bersama teman-temannya. Tiba-tiba rasa ingin mempunyai kekasih selalu muncul. Rasa muncul ingin punya kekasih ini sama halnya dengan kebelet mau pipis.
Lho, apa hubungannya? Ibaratnya gini, ketika kita kebanyakan minum air putih, sirup, apapun juga entah karena apa, trus suasana berubah menjadi mendung dan akhirnya turun hujan, pasti tubuh ini mau buang air ke belakang trus. Dan ini normal tentunya. Suhu dingin tersebut mengharuskan tubuh ini membuang kadar air yang ada di tubuh.
Nah, seperti itulah juga yang merasa kebelet ingin punya pacar. Saat jalan sendiri atau ramai-ramai kita selalu diperlihatkan pemandangan yang membuat otak kita merasakan sesuatu yang hilang (karena jomblo). Lihat cewek cakep, otak ini berpikir, “itu cewek yang kuharapkan”.
Trus, lihat pasangan naik motor, saling rangkul dan mesra, otak kembali berpikir, ” kapan punya pacar”. Seperti itulah otak kita bila selalu berpikir diluar konteks bahagia tadi. Fenemona ini akan selalu terjadi untuk siapapun juga disaat keluar dari rutinitas kesibukan sehari-hari.
Tapi, jangan salah. Kebelet itu hanyalah sebuah kebelet. Tetap hati juga yang menentukan. Sama halnya dengan kebelet pipis, mengapa kita bisa ingin kebelakang mulu? Karena suasana yang dingin dan air yang kita minum melebihi kapasitas tubuh kita.
Seperti itulah otak kita berpikir kebelet ingin punya pacar. Hanya saat-saat tertentu saja, mengapa otak kita selalu berpikir seperti itu. Tapi, jika sudah diruangan (kamar) dan rutinitas kembali sibuk semua itu akan hilang dengan sendirinya.
Sabtu, 07 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar