Senin, 20 Juni 2011
Dalam Persahabatan, Tidak Ada Alasan Untuk Marah (tribute for #themem8ers)
Dalam hidup ini terkadang keadaan tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Apa yang akan kita lakukan apabila hal itu menimpa kita? Apakah kita akan marah? Percayalah marah tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi sebaliknya justru akan menambah masalah.
Sahabat atau teman memiliki sebuah keterikatan lebih daripada sekedar kenal tapi tak kenal. Berjalan bersama, bercengkrama bersama dan saling menasehati ketika salah satu teman ada yang merasa kurang bukankah itu yang dinamakan pertemanan atau persahabatan. Masih mengelak, kalao dia nggak pantas menjadi teman?
Sadar atau tidak lingkungan kita sudah terkontaminasi dengan keburukan. Salah satunya adalah orang yang menganggap biasa menyebarkan gosip apapun yang dia tahu dan dia dengar. Apakah kita akan menambah daftar keburukan tersebut?
Teman itu seperti keluarga lain yang ada disekitar kita. Dia melakukan salah, bukankah itu wajar. Dia hanyalah manusia, sama dengan diri kita. Teman bukanlah dewa atau nabi. Bahkan dewa dan nabi saja pernah melakukan salah. Lho,,, jadi keinget film televisi kala ada Hercules. :)
Teman yang baik adalah mau menerima keadaan teman yang lain. Tidak ada alasan untuk marah ketika ada orang lain yang ikut campur menghancurkan pertemanan kalian. Kalao kalian berteman jangan karena sebuah alasan dari seseorang. Tapi dari diri kalian, apakah dia pantas menjadi teman.
Ingat guys, sebagai orang yang mengenal agama kalian harus menjadi orang yang satu kata antara ucapan dan perbuatan. Buat apa beribadah tapi masih memiliki hati untuk membenci.
Sekali lagi, nggak ada satu alasan apapun untuk saling membenci sesama teman. Dan nggak ada alasan apapun untuk berkata,”keluarganya membenci kalian karena kalian tidak bertanggung jawab”.
Namun ketika ada teman yang mengkhianati pertemanan kalian dan tidak meminta maaf sedikitpun. Bencilah yang dilperbuatnya bukan orangnya. Lihat alasannya. Coba pikirkan mengapa dia melakukannya.
Semangat buat teman-teman yang memiliki sahabat yah. Sebagai orang beragama, Tuhan saja mengampuni umatnya, masa sebagai manusia biasa kalian nggak mau memaafkan sahabat kalian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar